Pendidikan Karakter Langka - Kompas.com

Pendidikan Karakter Langka

Kompas.com - 02/08/2010, 16:25 WIB

BANDUNG, KOMPAS - Generasi muda sulit mendapatkan bentuk pendidikan yang membentuk karakter diri. Upaya transfer pendidikan seperti itu dewasa ini terasa minim.

"Di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, elemen seperti percaya diri, setia, dan kesabaran menjadi salah satu indikator keberhasilan suatu negara," ujar Mantan Menteri Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaatmadja saat memimpin upacara pelantikan 87 anggota Wanadri, organisasi penempuh rimba dan pendaki gunung, di Kawah Upas, Gunung Tangkubanparahu, Bandung Barat, Minggu (1/8).

Pendidikan dasar ini berlangsung pada 3 Juli-1 Agustus. Awalnya pendidikan diikuti 100 peserta. Namun, karena berbagai alasan, seperti kesehatan, mental, dan pelanggaran disiplin, 13 orang meninggalkan lokasi latihan. Hingga akhir pendidikan, empat siswi lulus dengan menyandang nama angkatan Asoka Rimba dan 83 siswa lulus dengan nama angkatan Tapak Rawa.

Sarwono mengatakan, munculnya manusia Indonesia yang berkarakter baik harus selalu diupayakan. Jangan sampai hal itu terhenti karena dianggap tidak penting atau tidak ada kemauan saling membimbing dalam transfer pendidikan itu.

"Wanadri menjadi organisasi masyarakat yang konsisten memperjuangkan transfer pendidikan ini," kata anggota luar biasa Wanadri ini.

Komandan Latihan Pendidikan Dasar Wanadri Dondy Brata mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar penggemblengan di alam terbuka. Kegiatan ini adalah transfer pendidikan karakter untuk menempa dan menguji mental seseorang.

Ia mencontohkan tahap latihan rawa laut di pantai utara Jawa Barat. Peserta diuji ketangguhan, kesabaran, dan kegigihannya melewati rute dan bentuk latihan yang ada. Ada juga tahapan gunung hutan, di mana peserta melakukan perjalanan 40 kilometer, yang salah satunya di sekitar Gunung Burangrang. Peserta belajar dan diuji ketangguhan mentalnya menghadapi tantangan alam yang berat.

"Nilai-nilai yang mengajarkan kejujuran, ketabahan, dan persaudaraan ini rasanya mulai dipandang sebelah mata, bahkan kadang dilupakan bangsa Indonesia," kata Dondy.

Tujuh puncak dunia

Sementara itu, lima anggota Tim Indonesia Seven Summits Expedition Mahasiswa Pencinta Alam (Mahitala) Universitas Parahyangan 2009-2012 siap melanjutkan perjalanan dengan mendaki Puncak Aconcagua dan Elbrus. Ketua umum pendakian Julius Mario mengatakan, misi ini bertujuan mengharumkan nama besar Indonesia. Hingga saat ini belum ada satu pun orang Indonesia yang berhasil mengukuhkan diri sebagai pendaki tujuh puncak tinggi dunia.

"Saat ini tinggal enam puncak tinggi yang harus kami tempuh. Satu puncak, yaitu Cartenz Pyramid, telah didaki tahun lalu dan kami membawa banyak hasil eks-plorasi, seperti jalur pendakian baru, serta koleksi flora dan fauna setempat," ujar Julius.

Istilah tujuh puncak tertinggi di dunia (the seven summits of the world) diperkenalkan pendaki Richard Bass tahun 1980-an. Tempat itu adalah Puncak Jaya atau Cartenz Pyramid di wilayah Australia-Oceania dengan ketinggian 4.884 meter, Kilimanjaro di Afrika (5.895 m), Elbrus di Eropa (5.642 m), Vinson Massif di Antartika (4.892 m), McKinley di Amerika Utara (6.194 m), Aconcagua di Amerika Selatan (6.962 m), dan Everest di Asia (8.850 m). (CHE)


Editor

Terkini Lainnya

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Megapolitan
Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Megapolitan
Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Nasional
Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Edukasi
Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Megapolitan
Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Internasional
Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Edukasi
Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Megapolitan
Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Nasional
Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Megapolitan
Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan 'Diadopsi' Kampus di China

Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan "Diadopsi" Kampus di China

Internasional
Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas  Bekasi

Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas Bekasi

Megapolitan
Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Nasional
Close Ads X