Tak Banyak Diminati, Pustakawan Minder

Kompas.com - 26/08/2010, 22:09 WIB
EditorMarcus Suprihadi

 

 

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Hingga saat ini, jabatan fungsional pustakawan tidak banyak diminati. Hal ini karena sebagian besar karyawan lebih mendambakan jabatan struktural dibanding jabatan fungsional pustakawan. Akhirnya itu menumbuhkan rasa rendah diri atau minder di kalangan pustakawan.

Tunjangan jabatan struktural dinilai lebih besar dan mempunyai gengsi tersendiri serta lebih berpeluang mendapat tambahan fasilitas. Menurut Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Dorothea Wahyu Ariani, profesionalisme di bidang profesi kepus takawanan tidak bisa ditawar lagi.

"Profesi pustakawan hendaknya sejajar dengan profesi lain," kata Dorothea dalam seminar nasional dengan tema Peningkatan Profesion alisme Pustakawan dalam Pengembangan Pribadi yang Unggul, Inklusif, dan Humanis di Perpustakaan UAJY, Kamis (26/8).

Seorang pustakawan yang juga peserta seminar, Sri Wahyuni mengaku selama ini cenderung minder dengan profesi sebagai pustakawan. Selain tidak diminati, mayoritas masyarakat juga belum mengenal tugas dan peran penting dari kehadiran seorang pustakawan. "Citra pustakawan yang tidak diminati ini seringkali membuat minder," ujar Sri.

Pustakawan, ujar Dorothea, dituntut untuk bersikap lebih terbuka, bekerja keras, suka melayani, dan mengutamakan pengabdian. Profesionalisme pustakawan bisa didongkrak dengan berpendidikan formal ilmu perpustakaan setingkat S 1, berorientasi pada pelayanan/jasa, dan mampu berkarya di bidangnya.

Keilmuwanan pustakawan harus dibuktikan dengan melahirkan karya tulis. Kegiatan menulis ini sekaligus merupakan lahan basah untuk memperoleh angka kredit. Titik kelemahan pustakawan saat ini terutama karena mereka hanya terfokus pada kegiatan rutin pada pelayanan di perpustakaan. Ke depannya, pustakawan juga harus berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.

Kepala Perpustakaan Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro (UNDIP) Endang Fatmawati yang juga Dosen Luar Biasa UNDIP menambahkan pustakawan harus mempuny ai wajah humanis sehingga dapat memberikan layanan prima kepada pemustaka. "Harus bisa mengubah citra pustakawan yang judes, galak, dan membosankan," tambahnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X