BAN PT Kewalahan, Perlu Badan Lain... - Kompas.com

BAN PT Kewalahan, Perlu Badan Lain...

Kompas.com - 02/11/2010, 08:53 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Pemerintah diusulkan membentuk badan akreditasi lain selain BAN-PT untuk mempercepat proses akreditasi. Apalagi jika BAN-PT kewalahan dengan banyaknya permohonan akreditasi.

Usulan tersebut mengemuka dalam workshop akreditasi ”AACSB Processes and Policies Described to Assist Schools in Their Pursuit of Quality of Management Education”, Senin (1/11/2010), di Kampus Prasetya Mulya, Tangerang, Banten. Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Kamanto Sunato, mengaku, penambahan badan akreditasi dan aturan-aturan akreditasi sepenuhnya di tangan Kementerian Pendidikan Nasional karena BAN-PT hanya lembaga pelaksana.

Chairman Executive Board Yayasan Prasetya Mulya, Djisman Simandjuntak, mengingatkan, akreditasi hanya sebagian kecil dari proses perbaikan mutu pendidikan tinggi. Untuk meraih lulusan perguruan tinggi yang berkualitas, pemerintah seharusnya rela untuk menyediakan sumber daya manusia dan anggaran.

”Jumlah mahasiswa meningkat. Permintaan lulusan yang berkualitas juga meningkat. Peran pemerintah penting, tetapi yang lebih penting lagi kerja sama antarinstitusi pendidikan. Saingan boleh-boleh saja, tetapi kerja sama tetap penting,” kata Djisman.

Peningkatan kualitas institusi pendidikan tinggi ini penting sebab, menurut Kamanto, masih banyak perguruan tinggi yang gagal mendapatkan akreditasi karena kualitas dan kuantitas dosen serta kelengkapan fasilitas belajar yang belum memenuhi syarat.

”Banyak perguruan tinggi yang dosennya sering tidak ada, kurikulum tidak jelas, atau fasilitas belajar seperti di SMA,” ujarnya. (LUK)


EditorLatief

Terkini Lainnya

Kasus Novel Belum Tuntas, Jokowi Bilang 'Masa Dikit-dikit Saya Ambil Alih'

Kasus Novel Belum Tuntas, Jokowi Bilang "Masa Dikit-dikit Saya Ambil Alih"

Nasional
Pengerjaan Gorong-gorong Tol Kali Buaran Tunggu Dana Hibah DKI Cair

Pengerjaan Gorong-gorong Tol Kali Buaran Tunggu Dana Hibah DKI Cair

Megapolitan
Pimpinan Banggar Klaim Semua Fraksi Dukung Dana Kelurahan

Pimpinan Banggar Klaim Semua Fraksi Dukung Dana Kelurahan

Nasional
Pesan Gus Ipul: Santri Jangan hanya Pintar Mengaji...

Pesan Gus Ipul: Santri Jangan hanya Pintar Mengaji...

Regional
Sejumlah Wilayah Jabodetabek Diprediksi Akan Diguyur Hujan Hari Ini

Sejumlah Wilayah Jabodetabek Diprediksi Akan Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Kisah Bocah 3,5 Tahun yang Tewas Setelah Terjebak di Dalam Mobil

Kisah Bocah 3,5 Tahun yang Tewas Setelah Terjebak di Dalam Mobil

Megapolitan
Polisi Selamatkan 12 TKI Ilegal yang Diberangkatkan Lewat Jalur Tak Resmi

Polisi Selamatkan 12 TKI Ilegal yang Diberangkatkan Lewat Jalur Tak Resmi

Regional
Banyak Orangtua di Palembang Tolak Vaksin MR, Baru 180 Ribu Anak Divaksinasi

Banyak Orangtua di Palembang Tolak Vaksin MR, Baru 180 Ribu Anak Divaksinasi

Regional
Peringatan Hari Santri Nasional di Kudus: Ada Tirakatan, Ziarah dan Santap Nasi Urap

Peringatan Hari Santri Nasional di Kudus: Ada Tirakatan, Ziarah dan Santap Nasi Urap

Regional
Ketua Banggar Sebut Dana Saksi Sulit Masuk ke APBN

Ketua Banggar Sebut Dana Saksi Sulit Masuk ke APBN

Nasional
BERITA POPULER: Masalah Dana Hibah untuk Bekasi dan PKL Difasilitasi Duduki Trotoar

BERITA POPULER: Masalah Dana Hibah untuk Bekasi dan PKL Difasilitasi Duduki Trotoar

Megapolitan
Peluang Wirausaha Terbuka Lebar, Gubernur NTT Tawarkan Guru Honorer Beralih Profesi

Peluang Wirausaha Terbuka Lebar, Gubernur NTT Tawarkan Guru Honorer Beralih Profesi

Regional
Begini Kondisi Pos Relawan Penjaga Perlintasan di Lokasi Tabrakan Kereta Vs Pajero di Surabaya

Begini Kondisi Pos Relawan Penjaga Perlintasan di Lokasi Tabrakan Kereta Vs Pajero di Surabaya

Regional
Rusia Kecam Legalisasi Ganja oleh Kanada

Rusia Kecam Legalisasi Ganja oleh Kanada

Internasional
BERITA POPULER JABODETABEK: Polemik Hibah DKI untuk Bekasi, PKL Difasilitasi Duduki Trotoar, hingga Ratna Sarumpaet Diperiksa

BERITA POPULER JABODETABEK: Polemik Hibah DKI untuk Bekasi, PKL Difasilitasi Duduki Trotoar, hingga Ratna Sarumpaet Diperiksa

Megapolitan

Close Ads X