Mereka Membuka Usaha Sambil Kuliah

Kompas.com - 05/11/2010, 06:02 WIB
Editor

Untuk bisa hidup mandiri tidak perlu menunggu lulus kuliah. Saat duduk sebagai mahasiswa pun banyak orang yang bisa mengumpulkan rupiah tanpa harus menelantarkan mata kuliah. Itulah yang dilakukan para mahasiswa yang tergabung dalam Students Entrepreneurship Center Universitas Sumatera Utara.

Mereka adalah para mahasiswa yang melihat peluang bisnis kemudian menjalankannya dengan sepenuh hati tanpa harus mengorbankan kuliah. Saat ini setidaknya ada 58 kelompok yang menjadi anggota SEC USU. Satu kelompok terdiri dari tiga sampai lima mahasiswa. Bidang kewirausahaan yang mereka jalani antara lain jual beli suvenir, sepatu, serta pengembangbiakan kelinci, tikus putih, hamster, dan pengolahan hasil pertanian.

Hasilnya tergolong lumayan. Jane Melita Keliat, yang bersama dua rekannya mendirikan D’ Tik Pop atau Dagangan Tikus Populer, setidaknya mendapat keuntungan bersih Rp 3 juta-Rp 5 juta dalam sebulan. Uang itu tentu sangat membantu biaya perkuliahan mereka bertiga.

Adapun mahasiswa Fakultas Pertanian Jurusan Peternakan, Galih Ari Wirawan Siregar, mengungkapkan, setidaknya dia bersama dua rekannya masing- masing mengantongi keuntungan bersih Rp 750.000 per bulan. Itu mereka hasilkan dari penjualan kelinci yang mereka kembang biakkan secara mandiri.

Kejelian

Dari mana mereka memulai usaha itu? Berawal dari kejelian. Pada awal kuliah, Jane kerap mendapati rekan-rekannya kesulitan mendapatkan tikus putih atau mencit untuk bahan penelitian laboratorium. Kalau pun mereka menemukannya, belum tentu tikus putih itu murni alias sudah pernah digunakan sebagai tikus percobaan.

Dari fenomena itu, Jane tergerak untuk mengembangbiakkan sendiri tikus putih sehingga memudahkan para mahasiswa maupun dosen mendapatkan obyek penelitian. ”Pada semester V, kami kemudian mendapat mencit dari Universitas Gadjah Mada. Kemudian kami rawat dan kami kembang biakkan sendiri,” ujarnya saat ditemui dalam bazar UKM yang digelar Bank Sumut di Medan, Kamis (4/11).

Mahasiswa yang kini duduk di semester IX itu kemudian berhasil mengembangbiakkan tiga tikus putih itu dengan pertumbuhan 500 ekor per bulan. Makhluk kecil dan imut itu mereka jual ke ratusan mahasiswa yang tersebar di sejumlah universitas, seperti Universitas Negeri Medan, Universitas Syiah Kuala di Aceh, dan perguruan tinggi di Riau. Mereka tentu saja memasok kebutuhan mahasiswa dan dosen di USU.

Usaha mereka pun terus berkembang dan bukan hanya tikus putih yang mereka kembang biakkan. Kelinci dan hamster juga menjadi komoditas bisnis mereka. Mereka juga menyediakan sekam, sangkar, pakan, dan berbagai barang keperluan perawatan hewan itu.

Demikian halnya dengan Galih. Dia tertarik mengembangbiakkan kelinci karena tergiur dengan potensinya. Berdasarkan literatur yang dia baca, kelinci betina mampu beranak enam kali dalam setahun. Sekali beranak bisa sampai lima ekor kelinci. ”Bahkan saya pernah mempunyai kelinci betina yang menghasilkan 11 anak dalam sekali melahirkan,” ujarnya.

Di samping itu, dia melihat bahwa merawat kelinci tidak begitu rumit. Asal ada kandang yang nyaman, kelinci bisa berkembang biak. (M Hilmi Faiq)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.