Indonesia, "Surga" Ilmu Humaniora Dunia - Kompas.com

Indonesia, "Surga" Ilmu Humaniora Dunia

Kompas.com - 21/12/2010, 10:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia menjadi kajian menarik ilmuwan dunia, terutama yang bergelut dalam ilmu-ilmu humaniora. Sayangnya, ilmuwan dalam negeri kurang menyadari berbagai obyek menarik yang berada di Indonesia.

Demikian antara lain pokok pemikiran yang mengemuka dalam pertemuan puncak Ikatan Ilmuwan Internasional Indonesia (I4) kelompok Humaniora yang ditutup Sabtu (18/12/2010) lalu. Ilmuwan Indonesia dari sejumlah lembaga penelitian dan perguruan tinggi dunia berkumpul untuk merumuskan berbagai hal yang bisa disumbangkan untuk Indonesia.

Dalam pertemuan itu terungkap, Indonesia memang banyak mengadopsi pemikiran-pemikiran dunia, seperti sosialisme, liberalisme, kapitalisme, dan paham lainnya. Namun, kelebihan Indonesia adalah bisa meramu berbagai paham ini dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia.

”Pokok bahasan yang menarik kalangan ilmuwan dunia adalah Pancasila. Namun, di dalam negeri Pancasila justru mulai tak diperhatikan,” ungkap Muhamad Ali, Asisten Profesor Departemen Kajian Agama dan Kajian Asia Tenggara di Universitas California, Amerika Serikat.

Pancasila dianggap menarik karena bisa meramu berbagai ideologi dunia serta menyatukan berbagai etnis, suku, dan adat yang sangat beragam di Indonesia. Pancasila juga menyumbangkan pemikiran humaniora pada dunia, terutama soal monoteisme, kemanusiaan, gotong royong, pemerataan, dan keadilan sosial.

Kajian menarik lainnya bagi ilmuwan dunia adalah soal konsep Negara Kesatuan RI karena bisa mengakulturasikan konsep sentralisasi seperti di China dengan federalisme seperti di Amerika Serikat menjadi desentralisasi dengan titik berat otonomi di kabupaten dan kota.

Begitu pun konsep Wawasan Nusantara menjadi kajian menarik ilmuwan humaniora dunia karena laut bukan menjadi pemisah, melainkan perekat atau pemersatu negara. Apalagi di dalamnya ada ALKI (alur laut kepulauan Indonesia) yang merupakan alur yang boleh dilalui kapal dan pesawat asing.

”Ini sangat menarik ilmuwan dunia,” kata Muhamad Ali.

Kondisi tersebut menurut Muhamad Ali, semestinya menjadi tantangan ilmuwan Indonesia untuk memberikan sumbangan kepada ilmu humaniora dunia.

”Indonesia bukan hanya sekadar konsumen ilmu humaniora dunia, melainkan juga produsen ilmu humaniora” ungkapnya.

Guru jadi inspirasi

Pada bagian lain, para ilmuwan dunia itu menekankan perlunya semua pihak segera mengembalikan martabat guru sebagai tenaga pendidik yang otonom.

”Profesionalisme guru harus ditingkatkan melalui berbagai program pengembangan profesi guru dan pemberian kompensasi yang layak bagi mereka,” kata pengajar The Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), Australia, Putu Pendit, saat menyampaikan rekomendasi kluster pendidikan dalam pertemuan itu.

”Pendidik harus bisa menjadi inspirasi, membangkitkan inovasi, dan mengembangkan intelektual murid,” katanya.

Ken Kawan Soetanto, Guru Besar Universitas Waseda, Jepang, yang memiliki empat gelar doktor, menambahkan, semakin berkembangnya internet membuat murid dapat dengan mudah mengakses informasi yang tidak diberikan guru di sekolah. (THY/MZW/CHE)


EditorLatief

Terkini Lainnya

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Megapolitan
Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Megapolitan
Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Nasional
Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Edukasi
Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Megapolitan
Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Internasional
Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Edukasi
Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Megapolitan
Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Nasional
Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Megapolitan
Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan 'Diadopsi' Kampus di China

Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan "Diadopsi" Kampus di China

Internasional
Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas  Bekasi

Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas Bekasi

Megapolitan
Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Nasional
Close Ads X