Wacana Mata Kuliah HAM dan Syariah

Kompas.com - 29/12/2010, 09:43 WIB
Editor

YOGYAKARTA, KOMPAS - Pusat Studi Islam Universitas Islam Indonesia mewacanakan penerapan mata kuliah ”hak asasi manusia dan syariah” di perguruan tinggi Islam. Mata kuliah itu untuk mendorong tumbuhnya pemahaman utuh seputar HAM terkait syariah Islam.

Pusat Studi Islam Universitas Islam Indonesia (PSI-UII) mendasarkan rekomendasi itu pada penelitian kualitatif pertengahan 2009 bekerja sama dengan Norwegian Centre for Human Rights Universitas Oslo. Ringkasan penelitian itu dipresentasikan Selasa (28/12).

Penelitian dilakukan di lima perguruan tinggi Islam di DIY, yakni Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Cokroaminoto, UII, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan Universitas Muhammadiyah.

Menurut Ketua Tim Riset PSI-UII Yusdani AR, penelitian dilatarbelakangi banyaknya fenomena pelanggaran HAM di negara Muslim. ”Padahal, Islam punya landasan komitmen kuat terhadap HAM,” katanya.

Kondisi itu ditambah menguatnya wacana pemikiran HAM di kancah global. Dalam penelitian, Yusdani menemukan, perguruan tinggi agama Islam (PTAI) kurang menyentuh topik HAM.

”Beberapa PTAI hanya menyinggung HAM secara sporadis dan setengah-setengah. Karena itu, kami akan merekomendasikan perlunya tema ’HAM dan Syariah’ sebagai mata kuliah mandiri di PTAI,” kata Yusdani.

Direktur PSI-UII Muntoha mengatakan, PTAI berperan sentral sebagai agen perubahan dalam wacana HAM. ”Komitmen HAM dalam Islam hal fundamental,” katanya.

Permasalahannya, ada perbedaan pandangan landasan Islam dan HAM. Islam berakar dari pemahaman teosentris (ketuhanan), sedangkan HAM antroposentris (buatan manusia).

Yusdani mengatakan, hasil penelitian akan diserahkan kepada Koordinasi Perguruan Tinggi Agama Islam dan Asosiasi Perguruan Tinggi Islam untuk ditindaklanjuti penerapannya sebagai mata kuliah mandiri di PTAI. ”Harapan kami, mata kuliah itu bisa diterapkan di PTAI di DIY dulu, baru ke tingkat nasional,” katanya. (ENG)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.