Menggugat Sisdiknas, Catatan Awal Tahun

Kompas.com - 05/01/2011, 11:47 WIB
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com — Setiap warga negara berhak atas pendidikan di seluruh satuan pendidikan, mulai pendidikan dasar hingga tinggi, baik sekolah swasta maupun negeri. Undang-Undang (UU) Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) harus diubah karena UU Sisdiknas selama ini membuat pemerintah kurang mencerminkan penjaminan penuh hak masyarakat atas pendidikan.

"Persoalan penarikan guru PNS di sekolah-sekolah swasta itu baru satu contoh kecil. Banyak hal lain lebih krusial yang seharusnya diperhatikan oleh pemerintah," ujar Suparman dari Education Forum jelang digelarnya diskusi "Mengkaji Gugatan UU Sisdiknas Pasal 55 Ayat 4" di Kolese Kanisius, Jakarta, Rabu (5/1/2011).

Suparman mengatakan, para pemerhati pendidikan berharap pemerintah memiliki good will untuk menyikapi persoalan pendidikan terkait Sisdiknas yang menjamin seluruh masyarakat berhak mendapatkan pendidikan tanpa ada perbedaan antara negeri dan swasta.

Ia menambahkan, Pasal 55 Ayat (4) UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, yakni lembaga pendidikan berbasis masyarakat, dapat memperoleh bantuan teknis, subsidi dana, dan sumber daya lain secara adil dan merata dari pemerintah dan/atau pemerintah daerah.

Suparman melanjutkan, frasa "dapat" dalam Pasal 55 Ayat (4) tersebut telah menghilangkan atau setidak-tidaknya berpotensi menghilangkan kewajiban pemerintah yang sekaligus menjadi hak pemohon dalam pembiayaan penyelenggaraan pendidikan dasar.

Selain itu, frase "dapat" dalam itu menghilangkan atau setidak-tidaknya berpotensi menghilangkan hak konstitusional untuk mendapatkan perlakuan yang sama di hadapan hukum, jaminan untuk mendapatkan kepastian hukum, dan hak untuk mendapatkan perlakuan yang tidak diskriminatif serta perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia.

"Kata 'dapat' di sini bisa bermakna bisa dilakukan, bisa juga tidak. Ini bisa dijadikan dasar penyebab pemerintah lepas tanggung jawab soal perguruan-perguruan pendidikan swasta," tegas Suparman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami pikir, persoalan Sisdiknas merupakan catatan awal tahun bagi dunia pendidikan kita," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.