Sertifikasi Tingkatkan Kinerja Guru - Kompas.com

Sertifikasi Tingkatkan Kinerja Guru

Kompas.com - 19/02/2011, 10:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sertifikasi guru yang dilaksanakan pemerintah sejak 2006 lalu mulai memberikan dampak pada peningkatan kinerja guru. Namun, peningkatan yang cukup signifikan terjadi pada guru-guru yang lolos sertifikasi lewat pendidikan dan latihan profesi guru.

Peningkatan kinerja guru yang sudah lolos sertifikasi tersebut terlihat dari kegairahan mereka dalam meningkatkan kualifikasi pendidikan, kemauan, dan kemampuan membeli buku penunjang sertifikasi, berlangganan surat kabar/jurnal, serta kebiasaan menggunakan komputer/laptop. Selain itu, guru tetap aktif mengikuti pelatihan/seminar, membuat bahan ajar, melibatkan diri dalam kegiatan profesi, hingga melakukan penelitian dan menulis karya ilmiah.

Pemaparan hasil penelitian tentang dampak sertifikasi terhadap peningkatan kinerja guru itu disampaikan Sulistiyo, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Jakarta, Jumat (18/2/2011).  Penelitian dengan menggunakan metode survei ini dilaksanakan PGRI terhadap 840 guru TK-SMA di 21 provinsi yang tersebar di  84 kabupaten.  Sebanyak 15 persen di antara responden adalah  guru swasta.

"Sertifikasi itu proses pengakuan kemampuan guru yang sudah ada. Tidak serta-merta guru yang lulus sertifikasi berubah seketika. Ketika mereka diperkuat lewat pendidikan dan latihan profesi guru, terlihat ada perubahan," kata Sulistiyo.

Menurut Sulistiyo, pemerintah jangan mudah menuding guru yang sudah menerima tunjangan sertifikasi tidak ada perubahan. Itu hanya untuk menimpakan kesalahan pada guru karena pemerintah selama ini tidak menjalankan kewajibannya membuat sistem pembinaan dan pendidikan profesionalisme guru secara berkelanjutan.

Sulistiyo meminta agar pemerintah tidak mempersulit sertifikasi yang harus diikuti semua guru dalam jabatan. Sebab, guru yang ada selama ini sebenarnya sudah memenuhi syarat untuk menjadi pendidik sesuai aturan pada saat itu. "Sertifikasi itu sudah pada jalurnya untuk menuju terwujudnya guru profesionalisme. Tapi caranya mesti diubah, bukan penilaian portofolio semata. Selain itu, harus ada jaminan guru tetap mendapatkan pendidikan dan pelatihan," kata Sulistiyo.

Unifah Rosyidi, Ketua Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, Badan Pengembang Sumber Daya Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, mengatakan sertifikasi harusnya dimanfaatkan juga untuk memetakan kondisi guru di Indonesia yang selama ini tidak ada. Dengan demikian, pendidikan dan pelatihan guru tidak pukul rata, tetapi memang benar-benar dibutuhkan guru untuk meningkatkan kompetensi dirinya sebagai pendidik yang profesional.

Menurut Unifah, setelah sertifikasi, penanganan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru tidak berhenti. Perlu kelanjutan untuk membuat penilaian kinerja guru dari waktu ke waktu oleh kepala sekolah dan pengawas. Selain itu, setiap kompetensi guru perlu dilihat. Kompetensi yang masih lemah harus diperkuat. 

Permasalahan seperti pencairan tunjangan profesi yang lambat harus jadi perhatian serius.  Kelambatan itu terutama dalam proses pencairan di daerah. Sekitar 97 persen guru yang berhak menerima tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok menyatakan tidak pernah mendapat pembayaran tepat waktu. Selain itu, pembayaran pun tidak menentu,  ada yang per triwulan, semester, atau per tahun. Keluhan lain soal tunjangan sertifikasi yakni adanya pemotongan oleh oknum dinas pendidikan daerah. Pemotongan itu dialami sekitar 14 persen guru.


EditorI Made Asdhiana

Terkini Lainnya

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Internasional
Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Regional
Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Internasional
Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Nasional
Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Internasional
Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Internasional
Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Nasional
Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Regional
Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Regional
Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Nasional
Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Regional
Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Internasional
Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Internasional
Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Regional
Close Ads X