Lawan Korupsi Lewat Pendidikan Karakter

Kompas.com - 23/02/2011, 11:12 WIB
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com — Korupsi telah menyebar dalam sendi hidup bangsa ini. Karena itu, perang panjang melawan korupsi tidak mungkin dimenangi tanpa ada perombakan sistem pendidikan, dari hanya peduli pada aspek kognitif menjadi lebih fokus membentuk karakter.

Demikian disampaikan sejumlah pembicara pada hari kedua seminar nasional Kompas tentang ”Korupsi yang Memiskinkan”, Selasa (22/2/2011) di Jakarta.

"Pendidikan kita hanya mengembangkan aspek kognisi. Tidak pernah dipertanyakan, cerdas dan pintar untuk apa. Seharusnya yang dididik dahulu adalah hasrat dan kebiasaan publik," kata Karlina Supeli, pengajar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara.

Menurut Karlina, bangsa ini membutuhkan model "Restorasi Meiji" di Jepang, yang menekankan pendidikan tiga tahun sesudah sekolah dasar untuk kewarganegaraan, pembentukan karakter, dan pendidikan tentang kehidupan bersama dalam masyarakat.

"Kita butuh sekolah yang sanggup melahirkan generasi manusia yang siap menjalin pengetahuan berbasis integritas, yang mengejar pengetahuan untuk kebaikan bersama, dan mengembangkan pengetahuan tidak terkorupsi serta bukan untuk korupsi," kata Karlina.

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif mengingatkan, korupsi hanya bisa dikalahkan oleh generasi yang memiliki idealisme tahan banting, bukan idealisme musiman yang rentan godaan benda dan kekuasaan. Dia juga mengkritik adanya pemisahan antara kesalehan pribadi dan kesalehan sosial.

Zainal Arifin Mochtar, Direktur Pusat Kajian Anti-Korupsi Universitas Gadjah Mada, berharap Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) yang menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi serius mengembangkan kurikulum antikorupsi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Memang tidak mudah karena Kemdiknas juga sarang korupsi," kata Zainal. (AIK)



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.