"Gasing", Konsep Mereformasi Matematika - Kompas.com

"Gasing", Konsep Mereformasi Matematika

Kompas.com - 28/02/2011, 17:28 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Pembelajaran Matematika di sekolah-sekolah harus direformasi. Pasalnya, Matematika yang diajarkan pada siswa abstrak sehingga anak kesulitan memahami konsep-konsep Matematika, serta tidak berkembang logikanya.

Metode pembelajaran Matematika yang tidak tepat itu justru mengakibatkan anak-anak lemah dalam menghitung. Padahal, kemampuan menghitung mulai dari penambahan, perkalian, pengurangan, serta pembagian dibutuhkan untuk penguasaan sains, seperti Fisika dan Kimia.

"Cara belajar Matematika yang dikenalkan ke anak-anak tidak gampang dan menyenangkan. Anak selalu tegang jika belajar Matematika sehingga mereka sulit menyukai dan menguasai konsep dasar Matematika," kata Yohanes Surya, ilmuwan yang juga pimpinan Surya Institute dalam pelatihan Matematika Gampang Asyik dan Menyenangkan (Gasing) di Tangerang, Senin (28/2/2011).

Pelatihan Matematika tingkat SD yang dikembangkan untuk bisa dikuasai dalam waktu sekitar 6 bulan itu diikuti orang tua, guru, mahasiswa, hingga anak-anak sekolah. Yohanes Surya bereksprimen dengan Matematika Gasing sekitar dua tahun lalu pada anak-anak di Papua yang awalnya tidak bisa menghitung dan membaca. Mereka dikenalkan dengan pembelajaran yang berangkat dari hal-hal konkrit di sekitar, lalu abstrak (konsep Matematika).

Pelajaran terus diulang dengan cara menyenangkan. Seperti contoh, anak-anak tersebut dilatih menghitung di luar kepala atau mencongkak. Belajar juga dikemas dengan cara-cara menyenangkan mulai dari memanfaatkan jari, kartu, games, hingga memodifikasi lagu anak dan daerah yang familiar untuk memasukkan konsep-konsep Matematika.

Yohanes mengatakan, pengajaran Matematika yang mesti dikuasai mutlak adalah penjumlahan. Mereka harus mampu menghitung di luar kepala atau mencongak.

"Membiasakan anak mencongak untuk melatih otak. Lalu, anak-anak terus diberi latihan sehingga lama-lama mereka terbisa menjumlah. Guru dan orang tua harus kreatif memberikan soal-soal latihan," jelas Yohanes.

Setelah menguasai penjumlahan, pelajaran berlanjut ke perkalian. Di sini, anak tidak boleh hanya menghafal perkalian, tapi harus paham konsepnya.

Ada banyak cara menyenangkan untuk membuat anak-anak hafal perkalian. Lalu, anak dengan mudah diajak untuk beranjak ke pengurangan dan pembagian. Kemudian, logika anak diasah dengan soal-soal cerita yang sarat nilai-nilai untuk membangun karakter anak.

"Saya sekarang fokus mengembangkan Matematika Gasing, karena menemukan bahwa anak-anak jadi sulit belajar Fisika. Saya ingin menyelesaikan akar masalah dulu. Dalam reformasi matematika, kita perlu menyelesaikan masalah pokoknya. Anak-anak lemah dalam menghitung," kata Yohanes yang juga Presiden Olimpiade Fisika Asia ini.

Menurutnya, dirinya hendak menyebarluaskan Matematika Gasing pada ibu-ibu supaya mereka bisa membantu anak-anaknya mengajarkan Matematika.

"Virus untuk membuat Matematika menyenangkan harus cepat tersebar supaya kita mudah membereskan permasalahan di pelajaran sains juga," ujar Yohanes.


EditorLatief

Terkini Lainnya

Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Internasional
Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Nasional
Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Kepala Divisi Keuangan First Travel Modali Mantan Pacar Buka Salon Rp 60 Juta

Nasional
Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Tokoh Nomor Dua Houthi Tewas dalam Serangan Udara Koalisi Arab Saudi

Internasional
Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Nasional
Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Nasional
Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Megapolitan
14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

Regional
Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Regional
Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Internasional
Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek 'Online' Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek "Online" Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Megapolitan
Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Nasional
Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Internasional
Dua Orang yang Ditemukan Lemas di Mobil Diduga Keracunan

Dua Orang yang Ditemukan Lemas di Mobil Diduga Keracunan

Regional
Close Ads X