Saat Teguran Tertulis Tak Lagi Mempan - Kompas.com

Saat Teguran Tertulis Tak Lagi Mempan

Kompas.com - 17/03/2011, 11:35 WIB

DEPOK, KOMPAS.com — Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) memberikan batas akhir penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS) pada Selasa (15/3/2011). Namun, sampai Rabu, baru 171 dari 497 kabupaten/kota atau sekitar 40,2 persen daerah yang menyalurkan dana BOS untuk disalurkan ke sekolah.

Terkait hal itu, Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan untuk mengusulkan diberikannya sanksi keras berupa sanksi finansial kepada daerah yang telat menyalurkan dana BOS itu. Koordinasi itu juga guna me-review daerah mana saja yang telat menyalurkan sampai batas akhir 15 Maret 2011.

Review itu, lanjut Nuh, meliputi apa saja yang telah dikirimkan pusat kepada daerah. Karena selain dana BOS, masih ada lagi kiriman pemerintah pusat, seperti dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU) .

"Setelah review, kita akan mengetahui daerah mana saja yang perlu diberikan sanksi," ujar Nuh.

"Teguran tertulis biasanya cenderung tidak efektif, maka kami memutuskan untuk memberikan sanksi finansial," papar Nuh.

Sangsi finansial, lanjut Nuh, berupa pemotongan dana, tetapi bukan dari dana pendidikan karena itu akan menyebabkan implikasi terhadap undang-undang. Sanksi finansial berupa pemotongan yang bukan dari dana pendidikan.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorLatief

    Terkini Lainnya

    Dishub Tambah Durasi Lampu Hijau demi Urai Kemacetan di Pasar Tasik

    Dishub Tambah Durasi Lampu Hijau demi Urai Kemacetan di Pasar Tasik

    Megapolitan
    Hakim Tunda Vonis 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu

    Hakim Tunda Vonis 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu

    Megapolitan
    Bersama Dua Teman, Pria Ini Bergantian Perkosa Putri Kandungnya

    Bersama Dua Teman, Pria Ini Bergantian Perkosa Putri Kandungnya

    Internasional
    Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode 'E-Learning'

    Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode "E-Learning"

    Nasional
    Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

    Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

    Megapolitan
    Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

    Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

    Internasional
    Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

    Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

    Nasional
    Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

    Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

    Megapolitan
    Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

    Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

    Nasional
    Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

    Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

    Internasional
    Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

    Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

    Regional
    Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

    Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

    Internasional
    Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

    Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

    Regional
    Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

    Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

    Nasional
    Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

    Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

    Internasional
    Close Ads X