Mahasiswa di Indonesia Cuma 4,8 Juta

Kompas.com - 26/03/2011, 13:20 WIB

WELLINGTON, KOMPAS.com - Jumlah mahasiswa Indonesia saat ini baru 4,8 juta orang. Bila dihitung terhadap populasi penduduk berusia 19-24 tahun, maka angka partisipasi kasarnya baru 18,4 persen.

Adapun bila dihitung terhadap populasi usia 19-30 tahun, angka partisipasi kasarnya baru 23 persen. Jumlah ini masih tertinggal dibandingkan negara-negara maju.

"Karena itu Indonesia menargetkan bisa mencapai angka partisipasi kasar (APK) mahasiswa 30 persen pada 2014," kata Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh dalam sambutan tertulisnya saat Kongres Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Selandia Baru di Wellington, Selandia Baru, Sabtu (26/3/2011).

Sambutan Mendiknas tersebut dibacakan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Selandia Baru, A Agus Sriyono. Menurut Mendiknas, APK 30 persen artinya, 30 persen dari penduduk berusia 19-23 tahun bisa menikmati bangku perguruan tinggi. Ia mengatakan, dengan APK 30 persen itu kualitas bangsa akan meningkat dan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa lebih baik dari angka sekarang yang mencapai 6 persen.

"Bahkan, pada 2045 mendatang Indonesia bisa meraih pendapatan per kapita 46.900 dollar AS. Pendidikan merupakan mesin mobilitas vertikal sosial ekonomi dan budaya," kata Nuh.

Duta Besar Agus Sriyono mengatakan, kualitas pendidikan di Selandia Baru sangat baik. Namun, jumlah pelajar dan mahasiswa yang belajar di Selandia Baru masih sedikit, baru sekitar 300 orang. Karena itu, Kedubes RI di Selandia Baru memprioritaskan pengembangan bidang pendidikan agar semakin banyak pelajar dan mahasiswa Indonesia yang belajar di Selandia Baru, baik melalui beasiswa maupun biaya sendiri.


EditorLatief

Close Ads X