Studi di Inggris Bakal Semakin Sulit

Kompas.com - 31/03/2011, 12:02 WIB
EditorLatief

Oleh Nona Evita

LONDON, KOMPAS.com - Inggris yang merupakan salah satu negara tujuan studi bagi para pelajar asing, saat ini tengah memperketat sistem visa pelajar. Hal itu merupakan efek domino dari kebijakan sistem pemerintahan Hung Parliament, yaitu kebijakan yang dibuat oleh partai Liberal Demokrat berbenturan dengan partai Konservatif.

Kebijakan yang ditujukan untuk pelajar atau imigran asing ini bermula dari ide partai Konservatif. Partai tersebut menyatakan, visa pelajar telah banyak disalahgunakan oleh pelajar internasional. Mereka tercantum sebagai pelajar, tetapi banyak dari mereka yang bekerja di Inggris.

Hal itu juga yang menyebabkan angka migrasi semakin tinggi. Oleh karena itu, border agency Pemerintah Inggris telah mengeluarkan peraturan baru dengan tujuan untuk menekan angka imigrasi sebanyak 10 persen. Kebijakan tersebut berlaku sejak 1 April 2012, yaitu dengan dihapuskannya visa Post-Study Work.

Adapun visa Post-Study Work adalah visa yang bisa diajukan oleh pelajar setelah masa studinya habis. Visa ini berlaku selama 2 tahun.

Selain visa Post-Study Work, kebijakan lain yang ditetapkan adalah menaikkan standar bahasa Inggris, seperti IELTS dan TOEFL. Hal itu ditujukan untuk meningkatkan reputasi universitas dan kualitas pelajar yang akan menempuh studi di Inggris.

Keith Vaz MP selaku anggota Komite Partai Buruh Nasional, pekan lalu, menyanggah kebijakan ini. Menurutnya, siswa tidak termasuk imigran. Mereka datang dari seluruh dunia untuk belajar, dan mereka juga berkontribusi terhadap perekonomian, baik melalui pembayaran biaya studi dan pengeluaran yang lain, contohnya akomodasi dan transportasi.

(Penulis adalah mahasiswi Jurusan Media dan Komunikasi di Goldsmiths College, University of London, Inggris)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.