Salah Kirim yang Merepotkan....

Kompas.com - 31/03/2011, 15:50 WIB
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun harus mengembalikan lagi dana tunjangan non-PNS akibat kesalahan pengiriman oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta, para guru swasta merasa tidak mempersoalkan tuntutan pengembalian uang itu. Mereka hanya berharap agar tidak disalahkan sebab hal itu murni kesalahan pihak yang menyalurkan.

"Kami tak mempermasalahkan soal pengembaliannya, hanya saja, kami harap kesalahan ini jangan terulang, karena dapat berakibat fatal," ungkap N, guru di sebuah perguruan swasta di kawasan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Kamis (31/3/2011).

Selain itu, lanjut N, mekanisme pengembaliannya pun dinilai sangat merepotkan. Ia menuturkan, para guru diwajibkan menyetorkan kembali uang tersebut ke kas negara menggunakan surat setoran bukan pajak (SSBP) melalui Bank BRI. Setelah di fotokopi, bukti asli setoran itu kemudian wajib dikirimkan ke dinas pendidikan. 

Adapun batas waktu pengembalian itu selambat-lambatnya Rabu (30/3/2011) kemarin. Jika melewati tenggat waktu pengembalian, para guru terancam tidak akan mendapatkan tunjangan lainnya pada waktu yang akan datang.

Seperti diberitakan, Dinas Pendidikan DKI Jakarta menarik kembali sejumlah dana yang telah diberikan kepada para guru di beberapa sekolah swasta. Penarikan dana tunjangan fungsional guru non-PNS tersebut dilakukan oleh dinas pendidikan melalui suku dinas di beberapa wilayah DKI Jakarta.

Para guru tersebut diminta mengembalikan karena telah terjadi kesalahan dalam pendistribusiannya. Tunjangan tersebut hanya diperuntukkan kepada guru yang belum mengikuti sertifikasi.

"Karena menurut aturannya, guru yang sudah tersertifikasi tidak berhak menerima tunjangan fungsional guru non-PNS," kata N, seorang guru yang menolak disebutkan namanya, Kamis (31/3/2011), di sebuah SMP di kawasan Gajah Mada, Jakarta Pusat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.