Perlu, Kemitraan Erat Kampus-Industri

Kompas.com - 04/04/2011, 20:30 WIB
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Peluang magang bagi mahasiswa sesuai latar belakang pendidikannya perlu diperbanyak untuk memperkecil jarak antara kualitas perguruan tinggi dengan kebutuhan tenaga kerja. Kampus perlu mengembangkan magang yang terintegrasi dengan kurikulum yang didukung dunia industri.

Demikian disampaikan Ketua Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN Supriadi Legino di Jakarta, Senin (4/4/2011), usai penandatangan nota kesepahaman dengan 18 mitra yang berasal dari lingkungan PLN. Mahasiswa STT PLN selama satu semester akan magang di perusahaan-perusahaan yang siap membantu mahasiswa belajar secara langsung di dunia kerja.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Direktur Operasi Jawa Bali PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) IGA Ngurah Adnyana dan Kepala Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Tribowo. Kerjasama kampus dan perusahaan di lingkungan PLN tersebut antara lain Indonesia Power, Pembangkit Jawa Bali, ICON Plus, PLN Batam, PLN Enginering, dan PLN Jasa Sertifikasi.

Kerjasama dengan institusi pemerintah juga dilakukan, yakni dengan BPPT dan Badan tenaga atom Nasional, serta dengan himpunan profesi kelistrikan, yakni Himpunan Ahli Pembangkit dan Himpunan Ahli Distribusi, dan indutri, yakni PT Aditec Cakrayasa dan PT Hexa Integra Electrica.

"Kami yakin, kerjasama dengan para mitra berupa kesempatan magang akan memberi pengalaman sangat berharga bagi mahasiswa. Di masa depan tantangan mereka menjadi lebih berat lagi, terutama saat pemerintah menerapkan ketentuan yang mewajibkan tenaga kerja memiliki sertifikat sesuai dengan bidang pekerjaannya," kata Supriadi.

Menurutnya, STT PLN berupaya bisa menjadi model dalam mempersempit kesenjangan antara dunia kampus dan industri. Para staf pengajar tidak hanya memiliki potensi akademis, tetapi juga pengalaman di lapangan selama bekerja di PLN dan perusahaan yang bergerak di bidang kelistrikan lainnya.

Adnyana mengatakan, kerjasama dengan STT PLN dilakukan untuk menyiapkan lulusan yang sesuai kebutuhan PLN. Setiap tahun PLN membutuhkan tenaga kerja sekitar 2.000 orang lulusn D-1, D-3, dan S-1.

"Sejak tahun 2008 PLN kerjasama dengan STT PLN untuk menyiapkan pegawai baru. Lulusan SMA yang kami rekrut kami kirim untuk pendidikan D-3 di program nonreguler STT PLN," ujar Adnyana.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.