Dampingi Siswa Sebelum "Nginternasional"

Kompas.com - 07/04/2011, 15:10 WIB
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Program-program pendampingan sangat dibutuhkan bagi para pelajar Indonesia untuk membuat keputusan tepat dalam proses pemilihan institusi pendidikan tinggi internasional di seluruh dunia. Saat ini, para pelajar Indonesia memiliki kebutuhan, potensi, serta motivasi yang tinggi untuk meneruskan jenjang pendidikan tinggi ke luar negeri.

Demikian diungkapkan Managing Director Putera Sampoerna Foundation (PSF) Nenny Soemawinata di Jakarta, Kamis (7/4/2011), terkait diluncurkannya ACCESS Education Beyond (Access) sebagai salah satu unit bisnis sosial dari PSF. Access merupakan badan bimbingan pendidikan internasional penyedia program persiapan bagi pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan tingginya ke seluruh dunia dan kemitraan antarinstitusi pendidikan tinggi.

Tiap tahunnya, kata Nenny, lebih dari 1,7 juta lulusan SMA dan 70.000 mahasiswa Indonesia mendaftarkan diri di universitas luar negeri. Menyadari kebutuhan itulah, Access perlu mengambil peran untuk membuka pintu pendidikan tinggi internasional bagi seluruh masyarakat Indonesia, menyediakan informasi akurat, berimbang dan lengkap agar dapat mencari, mempersiapkan dan mendaftarkan diri ke universitas-universitas internasional.

Dihubungi terpisah, Brook Ross, Direktur Access, mengatakan, pihaknya akan membantu calon pelajar mengakses universitas terbaik di seluruh dunia melalui program perencanaan dan dukungan strategis dari awal proses pendaftaran hingga selesai.

"Kami mengarahkan siswa menggunakan minat dan bakatnya dalam membuat keputusan untuk pendidikannya," kata Brook.

Selain menawarkan konseling strategis untuk pendidikan tinggi internasional, Access juga berjanji menyediakan dukungan kemitraan bagi universitas-universitas internasional terakreditasi untuk mengembangkan hubungannya dengan Indonesia. Program-program untuk siswa antara lain International University Counseling, American College Enrolment Services, Financial Assistance Advisory, serta International Education Outreach.

"Kami akan terus memupuk kolaborasi pendidikan tinggi internasional dan kesempatan pertukaran bagi para siswa Indonesia. Selain itu, kami juga membangun kerjasama dengan berbagai universitas di Indonesia dalam bentuk program pertukaran mahasiswa Indonesia dengan mahasiswa internasional," tambah Brook.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.