Pemerintah Janji Selidiki Kebocoran Soal

Kompas.com - 20/04/2011, 11:12 WIB
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional (Balitbang Kemdiknas) Mansyur Ramly mengatakan, laporan dugaan terjadinya kebocoran naskah soal di berbagai daerah akan diselidiki. Penyelidikan tersebut termasuk untuk laporan yang disampaikan melalui layanan pesan singkat (SMS).

Meskipun demikian, kata Ramly, sampai saat ini belum ada bukti-bukti yang menunjukkan kebocoran soal.

"Untuk menelusuri dugaan kebocoran, akan ada tim khusus yang terjun ke berbagai daerah," kata Ramly, Selasa (19/4/2011).

Soal-soal bocoran, kata Ramly, akan dibandingkan dengan soal yang asli dan akan dilihat seberapa banyak kesamaannya. Selain mengumpulkan bocoran soal, pihaknya juga akan meminta penjelasan pada dinas pendidikan setempat, panitia lokal, dan pengawas di rayon-rayon tempat bocoran soal ditemukan.

"Jika memang bocor dan ketemu titik bocornya, kami akan beri sanksi," ujarnya.

Jika bocoran soal itu sama dengan soal yang asli, para peserta UN diberi kesempatan mengikuti UN susulan.

Sementara itu, pada hari kedua pelaksanaan UN di dua MA di Lampung Timur terpaksa diundur waktu pelaksanaannya menjadi pukul 09.30 karena tidak mendapat naskah soal UN. Ini disebabkan kedua sekolah itu tidak terdaftar di subrayon.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menyangkut siswa yang tidak mengikuti UN, Ramly mengatakan, belum mendapat data jumlah keseluruhan secara nasional.

"Bisa saja peserta tidak ikut UN hari pertama, tapi ikut hari kedua atau ketiga dan keempat," katanya.

Adapun bagi murid yang tidak mengikuti UN karena sakit dan dibuktikan dengan surat keterangan dokter diperbolehkan mengikuti UN susulan.

"Naskah soal yang disediakan berbeda dengan naskah soal UN utama ataupun naskah soal cadangan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah siswa di berbagai daerah tidak ikut ujian nasional (UN) tingkat SMA/SMK yang berlangsung mulai Senin (18/4/2011) lalu. Selain mengundurkan diri, ada juga siswa yang sudah bekerja, bahkan ada yang menikah sehingga tidak mengikuti UN. 

Di Kota Tegal, Jawa Tengah, misalnya, 12 siswa tidak mengikuti ujian nasional (UN) tingkat SMA/SMK sederajat pada hari pertama dan kedua karena mengundurkan diri. Ketua Penyelenggara Ujian Nasional Kota Tegal Titik Andarwati mengatakan, siswa yang mengundurkan diri umumnya sudah bekerja dan tidak mendapat izin dari perusahaan untuk mengikuti UN. (LUK/ WIE/EGI/CHE/SIN/ACI/ELN/AHA)



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.