Lagi, Jawaban UN Diduga Bocor

Kompas.com - 20/04/2011, 16:15 WIB
EditorBenny N Joewono

SEMARANG, KOMPAS.com — Polisi diminta menelusuri berbagai kabar tentang kebocoran jawaban soal ujian nasional (UN) yang beredar melalui pesan layanan singkat di sejumlah daerah, kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah, Mahmud Mahfudz.

"Dugaan kebocoran ini harus diungkap agar tidak menimbulkan keresahan pada siswa," kata Mahmud di Semarang, Rabu (20/4/2011).

Menurut dia, dugaan kebocoran jawaban tersebut harus ditelusuri untuk mengetahui tentang kemungkinan keterlibatan pihak sekolah atau jaringan tertentu.

"Dugaan kebocoran ini tetap harus diselidiki meski belum tentu kebenaran kunci jawaban yang beredar tersebut," kata politikus Partai Keadilan Sejahtera ini.

Upaya pelacakan dapat dirunut melalui nomor telepon seluler penyebar kunci jawaban tersebut.

Ia menjelaskan, jika penyebar kunci jawaban tersebut terungkap, dapat diungkap pula kebenaran jawaban yang beredar.

Selain itu, siswa yang diduga terlibat dalam persoalan ini juga dapat diancam dicoret keikutsertaannya dalam UN tahun ini.

Upaya tersebut sebagai bentuk memberi efek jera dan agar tidak selalu terulang dari tahun ke tahun.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Kunto Nugroho menilai, kunci jawaban soal ujian nasional yang beredar tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Ia mengimbau para siswa tidak resah dan mempercayainya. Selain itu, dengan beredarnya kunci jawaban tersebut, belum bisa dikatakan bahwa soal ujian nasional telah bocor.

"Kalau jawaban yang beredar tersebut jawabannya benar 100 persen, baru bisa dikatakan soal ujian tahun ini telah bocor," katanya.

Sebelumnya, Kepolisian Resor Wonogiri memeriksa tiga siswa Sekolah Menengah Atas 2 Wonogiri, Selasa (19/4/2011), terkait dugaan kebocoran jawaban soal ujian nasional.

Bocoran jawaban untuk soal ujian Matematika tersebut beredar melalui pesan layanan singkat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.