ITB Waspadai Perekrutan Anggota NII

Kompas.com - 27/04/2011, 15:25 WIB
EditorBenny N Joewono

BANDUNG, KOMPAS.com — Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan peningkatkan frekuensi pemantau terhadap para mahasiswanya agar tidak terjerumus atau direkrut aliran menyimpang seperti Negara Islam Indonesia (NII).

"Antisipasi dari dulu dilakukan, namun saat ini frekuensinya lebih ditingkatkan lagi," kata Direktur Hubungan Masyarakat dan Alumni ITB Marlia Singgih di Bandung, Rabu (27/4/2011).

Ia mengatakan, pemantauan terhadap mahasiswa ITB tersebut dilakukan dengan melakukan koordinasi dengan unit kegiatan mahasiswa Gabungan Mahasiswa Islam (Gamais), Majelis Wali Amanat, dan orangtua mahasiswa itu sendiri.

Terkait dengan pernyataan Ketua Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) KH Athian Ali M Da`i, yang menyatakan bahwa mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi yang paling banyak direkrut sebagai anggota baru aktivis Negara Islam Indonesia (NII) gadungan, pihaknya mengaku kaget dengan hal tersebut.

"Sebenarnya kita tidak bisa menyatakan bahwa jumlahnya (mahasiswa ITB yang direkrut NII) banyak, karena terbukti sampai saat ini tidak ada yang mengakui," katanya.

Justru terungkapnya mahasiswa ITB menjadi anggota NII, kata Marlia, datang dari rekan mahasiswa tersebut atau orangtuanya. Namun, hingga saat ini belum ada indikasi mahasiswa ITB yang terlibat.

"Malah kita dapat laporan dari Gamais atau orangtuanya sendiri. Oleh karena itu, mahasiswa dan orangtua diminta waspada. Kami justru legalah, dengan pemberitaan media hari ini tentang NII. Secara tidak langsung mahasiswa jadi tahu tentang bahaya NII," katanya.

Sebelumnya, Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI), menyatakan, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi yang paling banyak direkrut sebagai anggota baru aktivis Negara Islam Indonesia (NII) gadungan.

"Dari empat kampus ITB, Unpad, Polban, dan UPI, ITB sudah sejak dulu digoyang NII. Mahasiswa ITB menjadi yang terbanyak direkrut sebagai anggota NII oleh aktivitis NII gadungan," kata Ketua Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) KH Athian Ali M Da`i dalam jumpa pers di Masjid Al Fajr Jalan Situsari VI Cijagra, Bandung.

Unpad adalah Universitas Padjadjaran, UPI singkatan dari Universitas Pendidikan Indonesia, sedangkan Polban adalah Politeknik Negeri Bandung. Ia mengatakan, data mahasiswa di Kota Bandung yang direkrut NII gadungan didasarkan pada data yang dimiliki FUUI pada 2002-2003.

Menurutnya, jumlah mahasiswa ITB yang direkrut oleh NII gadungan mencapai 200 orang. "Pada saat itu, pihak rektornya melapor kepada kami bahwa ada sekitar 200 mahasiswanya yang tidak masuk kuliah, tidak bayar SPP hingga akhirnya di DO (drop out) karena ikut NII," ujar Athian.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X