Sudah Cermat Lihat Bakat Anak?

Kompas.com - 03/05/2011, 14:31 WIB
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Peran orang tua sangat penting dalam mendukung dan menentukan jalan hidup anak. Itu sebabnya, sering dikatakan bahwa saat anak tumbuh remaja, posisi orang tua akan berubah laiknya menjadi seorang teman bagi si anak.

Orang tua bisa menjadi tempat curhat dan konsultasi yang nyaman tanpa perlu merasa cemas tidak punya hak suara. Namun, menentukan pilihan jalan hidup bagi anak tidak semudah yang dibayangkan. Dalam memilih sekolah atau perguruan tinggi, misalnya. Banyak orang tua berpandangan, pilihlah jurusan yang "top five" agar mudah mendapat pekerjaan dan gaji besar, tanpa memikirkan minat dan bakat anaknya.

Menurut psikolog Eileen Rachman, ada beberapa hal harus diperhatikan orang tua dalam memilih sekolah atau perguruan tinggi bagi anak. Pertama, orang tua harus memperhatikan beberapa karakter yang dibangun dalam sekolah atau perguruan tinggi pilihannya nanti.

"Character building itu penting dalam dunia pendidikan. Apakah dalam sekolah atau perguruan tinggi, ada silahturami bersama teman. Lalu, apakah mereka mementingkan religius dan keimanan anak-anaknya, apakah mereka mementingkan pembangunan karakter anak-anaknya, dalam arti kalau si anak melakukan kesalahan harusnya diperbaiki, bukan ditegur," papar Direktur Utama Experd ini kepada Kompas.com di di Jakarta, Selasa (3/5/2011).

Selain itu, minat, bakat, dan kepribadian si anak juga harus dicermati. Saat ini, kata Eileen, antara anak dan orang tua seringkali terjadi perbedaan pendapat dalam menentukan bakat dan minat. Hal seperti ini, lanjut dia, harus disiasati dengan melihat kasus tersebut secara case by case.

"Bakat dan minat itu harus ditutup dengan keprofesionalitasan akademis. Bakat musik misalnya, ya harus dengan akademis musik. Artinya, jika si anak ingin jadi pemusik, dia juga harus mengerti dasar-dasar musik sampai tuntas. Ya, walaupun ada orang memang memiliki bakat sejak usia dini, bakat itu juga harus diasah dengan pendidikan agar lebih baik," lanjut Eileen.

Secara rinci, menurut Eileen, dalam memilih pendidikan bagi anak pada dasarnya adalah proses yang dimulai sejak masa kanak-kanak. Kesempatan menstimulasi pengalaman orang tua kepada anak harus dilakukan sejak kecil secara optimal, sehingga bisa menjadi bekal, modal, dan fondasi minat dan bakat yang kuat pada anak.

"Cara anak itu melihat dirinya sendiri berdasarkan pengalaman di anak dari orang tuanya. Ya, pengalaman itu dari pendidikan karakter yang dibangun oleh orang tuanya sejak si anak masih kecil. Jadi, tidak perlu memaksakan kehendak pada anak. Pilihlah secara cermat antara bakat, minat anak dengan sistem pendidikan secara dua sisi yang berbeda," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.