Apa Saja Saham yang Layak Dikoleksi? - Kompas.com

Apa Saja Saham yang Layak Dikoleksi?

Kompas.com - 06/05/2011, 10:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jika mau berinvestasi di pasar modal, fokuslah ke saham-saham yang berhubungan dengan komoditas. Hal tersebut diungkapkan oleh Vice President Research and Analyst PT Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Pontianak, Kamis (5/5/2011).

"Karena komoditas sekitar lima tahun ke depan masih akan menjadi primadona di Bursa Efek Indonesia," ujar Nico. Ia pun menyebutkan, batubara dan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) masih menjadi favorit atau yang menjanjikan untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan komoditas.

Selain komoditas, saham yang terkait infrastruktur juga menarik untuk dikoleksi. "Kita melihat semen. Kenapa semen? Karena banyak sekali proyek infrastruktur yang akan digarap pemerintah ke depan," tuturnya.

Sementara di sektor properti, saham yang paling disukainya adalah Alam Sutera (ASRI). Harga tanah yang cenderung meningkat dan kebutuhan akan rumah yang selalu tumbuh menjadikan investasi di saham-saham properti cukup menggiurkan.

Terkait perilaku konsumsi masyarakat, Nico juga merekomendasikan saham-saham perusahaan consumer goods. "Orang Indonesia itu sangat konsumtif," ungkapnya.

Untuk saham-saham perusahaan perbankan, Nico menyebutkan tetap termasuk yang bagus. Namun, ia menaruh rasa khawatirnya karena faktor inflasi. "Kalau inflasi naik, mungkin suku bunga harus naik. Kalau suku bunganya naik, cost of fund-nya itu naik. Dan, net interest margin pasti tertekan," katanya.


EditorErlangga Djumena

Terkini Lainnya

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Peti Matinya Dihancurkan, Lansia di China Dapat Kompensasi Rp 2 Juta

Internasional
Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Mulai Tahun Ini, Calon Jemaah Haji yang Meninggal Dunia Bisa Digantikan Keluarganya

Nasional
Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Regional
Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Partai Hijau di Australia Desak Legalisasi Ganja

Internasional
Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Kekuatan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Dianggap Lebih Besar Daripada 2014

Nasional
Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Kasus Korupsi Berlian Rp 208 Triliun, Parlemen Zimbabwe Panggil Mugabe

Internasional
Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Tertimpa Boneka Beruang saat Tidur, Bayi 18 Bulan Meninggal

Internasional
Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Politisi PDI-P Sebut Jokowi dan Prabowo Bisa Bersatu, Asalkan...

Nasional
Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Ida Fauziyah Sebut Perempuan Paling Banyak Terdampak Kemiskinan di Jateng

Regional
Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Para Perempuan Pengelola Sampah untuk Selamatkan Bumi

Regional
Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Sandiaga Bantah Bahas Bersatunya Jokowi-Prabowo Saat Bertemu Ketum PPP

Nasional
Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Berteduh di Pos Ronda, Warga Sukabumi Diduga Tewas Tersambar Petir

Regional
Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Kota di AS Larang Polisinya Berlatih dengan Militer Israel

Internasional
Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Dilarang ke Pesta Ultah Teman, Gadis 14 Tahun Lompat dari Lantai 15

Internasional
Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Ganjar Tepis Anggapan soal Keterlambatan Pengadaan E-KTP di Jateng

Regional
Close Ads X