Cacat Produk Pendidikan Sulit Ditarik

Kompas.com - 16/05/2011, 16:25 WIB
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, proses pendidikan pada dasarnya untuk menyiapkan peserta didik agar mampu membangun kehidupan dan menyelesaikan persoalan pada masa akan datang. Menurut Mendiknas, proses pendidikan memiliki dua ciri utama, yaitu irreversible (tidak dapat diubah) dan anticipate (mengantisipasi).

"Proses pendidikan tidak dapat diulang, dalam arti segala karakter yang dibangun selama proses, termasuk kesalahan-kesalahan selama prosesnya, akan melekat dalam produk dan tidak dapat ditarik kembali," kata M Nuh saat membuka kegiatan Apresiasi Karakter Siswa Indonesia (AKSI) Kedua, Senin (16/5/2011) di Plaza Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Senayan, Jakarta.

Berbeda dengan proses reversible, seperti pembuatan produk tertentu yang tangible di sebuah industri mobil, misalnya. Kecacatan bagian tertentu dari mobil yang telah dihasilkan masih dimungkinkan dilakukan penarikan produk mobil tersebut dari peredaran di pasar. Akan tetapi, lanjut Mendiknas, kecacatan produk pendidikan (kelulusannya) tidak mungkin ditarik kembali untuk dilakukan pembetulan.

"Apa yang menjadi target dalam kegiatan ini adalah bagian dari upaya untuk menyiapkan peserta didik tersebut, terutama yang berkaitan dengan pendidikan karakter," ujar Nuh.

Adapun sebagai bentuk mengampanyekan gerakan pendidikan karakter, Kemdiknas akan menggelar Apresiasi Karakter Siswa Indonesia (AKSI). Kegiatan tersebut melibatkan 363 siswa-siswi SMA dari seluruh Indonesia dan 66 guru pembimbing yang bertujuan mengaplikasikan sikap kerja sama, nasionalisme, rasa persatuan dan kesatuan bangsa, jujur, peduli, serta berpikir kritis dan positif. AKSI akan diisi berbagai kegiatan utama, seperti aksi kebangsaan, aksi kreativitas, dan aksi kepedulian. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.