Trisakti Ingin Jadi Universitas Negeri

Kompas.com - 19/05/2011, 16:35 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak Universitas Trisakti ternyata mengharapkan kampus tersebut menjadi universitas negeri. Niat tersebut telah mendapat dukungan civitas academica kampus dalam apel kebulatan tekad, Rabu (18/5/2011).

"Kami sudah menegaskan hal itu dalam apel kebulatan tekad yang dilakukan kemarin. Ini merupakan tekad seluruh civitas academica Universitas Trisakti," ungkap Advendi Simangunsong, Ketua Forum Komunikasi Karyawan Universitas Trisakti (Usakti) seusai jumpa pers di Usakti, Grogol, Jakarta Barat, Kamis (19/5/2011) .

Harapan tersebut, menurut dia, cukup beralasan lantaran kampus ini didirikan oleh pemerintah dan menggunakan lahan pemerintah.

"Pemerintah yang mendirikan universitas ini pada tahun 1965, bukan Yayasan Trisakti. Presiden Soekarno yang kemudian memberi nama kampus ini Universitas Trisakti. Yayasan sendiri baru berdiri setahun kemudian, tahun 1966," ujar Advendi.

Yayasan Trisakti sebenarnya juga didirikan oleh pemerintah, tetapi bukan sebagai penyelenggara Usakti, lanjutnya. Karena itu, Usakti tidak memiliki yayasan penyelenggara atau pengelola sebagaimana perguruan tinggi swasta (PTS) lainnya.

"Aneh, mereka (yayasan) tidak mendirikan, tidak menyumbangkan apa pun untuk kampus ini hingga saat ini, kontribusinya nol, tapi ingin mengambil alih Usakti," kata dosen Ekonomi Usakti ini.

Pihak kampus, kata Advendi, sudah mengirimkan surat permohonan kepada Kementerian Pendidikan Nasional terkait permohonan untuk menjadi universitas negeri. "Sudah dikirim sekitar dua bulan lalu," ungkapnya. Hingga saat ini, pihaknya masih menantikan tanggapan dari Kementerian Pendidikan Nasional terkait permohonan tersebut.

Advendi melanjutkan, pemerintah tidak akan dibebankan dalam bentuk apa pun apabila Trisakti menjadi perguruan tinggi negeri (PTN). Pasalnya, universitas ini sejak dulu telah dikelola secara mandiri dan profesional dari sisi administrasi, ketenagakerjaan, hingga keuangan.

"Pemerintah tidak perlu cemas. Kami tidak akan membebani APBN. Semua kegiatan di kampus selama ini sudah dikelola secara cermat dengan human resources yang andal dan tenaga pengajar yang memadai," ujarnya.

Dia tidak membantah jika status PTN akan menyelesaikan kisruh berkepanjangan antara pihak yayasan dan senat/pimpinan Usakti. Menurut dia, status PTN akan menegaskan posisi Trisakti yang tidak jelas dan berdampak pada polemik tak kunjung usai.

"Status Usakti selama ini memang tidak jelas sebagai PTS atau PTN karena tidak ada yayasan ataupun keterlibatan masyarakat dalam pendiriannya. Kampus ini didirikan oleh pemerintah, maka sepantasnya dikelola pemerintah," kata Advendi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.