Rektorat Usakti Mengaku Dipaksa Bohong

Kompas.com - 19/05/2011, 17:42 WIB
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com — Staf Ahli Rektor Universitas Trisakti (Usakti) Suyanto Sidik kepada Kompas.com mengatakan, ada pihak yang memaksa agar Usakti mengakui Yayasan Trisakti sebagai yayasan pendiri universitas tersebut. Paksaan itu dikatakan secara implisit oleh hakim saat persidangan kasus sengketa kepemilikan antara Usakti dan Yayasan Trisakti beberapa waktu lalu.

"Jika Usakti melakukan itu (mengakui yayasan Trisakti sebagai pendiri), berarti kami melakukan kebohongan," kata Suyanto, Kamis (19/5/2011) di Jakarta.

Saat ini, sambung Suyanto, Usakti selalu dikejar oleh hal-hal yang sifatnya sangat menyudutkan karena harus memiliki yayasan pendiri.

"Kita tidak punya yayasan pendiri. Selain lahir lebih dulu, Usakti juga merupakan kuasa pemerintah. Sekarang kami dikejar-kejar lagi, jika perguruan tinggi swasta (PTS) harus didirikan oleh masyarakat. Lho, kami ini didirikan oleh pemerintah, bukan masyarakat," ujarnya.

Suyanto menambahkan, menurut peraturan yang berlaku, jika ada gugatan sedang berjalan untuk kasus yang sama, tidak boleh ada eksekusi. Guna menghambat proses eksekusi, Usakti telah menempuh semua prosedur hukum.

"Tapi, apa yang terjadi, dengan alasan demi hukum, mereka tetap (ingin) menjalankan eksekusi," kata Suyanto.

Bahkan, lebih jauh Suyanto mengatakan, jika eksekusi tetap dijalankan, ia tidak mengetahui alasan yang melatarbelakanginya. Menurutnya, Usakti terus diserang dari segala pintu, jika kemudian terjadi konflik horizontal, sebetulnya hanyalah sebagai upaya bela diri, mengingat Usakti sudah melalui segala proses hukum.

"Kami tidak tahu, ini alasan hukum atau alasan kekuasaan. Secara permanen seharusnya sudah tidak ada lagi eksekusi karena dasar pijakan dari putusan pengadilan itu sudah dikalahkan dengan putusan pengadilan sebelumnya," kata Suyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.