Menjadikan Sekolah Sebagai Rumah Belajar

Kompas.com - 23/05/2011, 14:00 WIB
EditorLatief

TANGERANG, KOMPAS.com - Sadar jika sekolah merupakan rumah kedua bagi pelajar, Binus International School (BIS) Serpong menjadikan sekolah sebagai rumah untuk belajar (home for learning). Sekolah tidak hanya menyediakan kesempatan mendapatkan pengetahuan, tetapi juga fokus terhadap pembangunan karakter.

"Sekolah harus secara aktif mendengarkan tanggapan dan masukan dari para pelajar maupun stakeholder lainnya. Guru memegang peran penting dalam pendampingan, memahami kekuatan, dan kelemahan setiap pelajar sehingga potensi mereka dapat digali," kata kepala sekolah SMP dan SMA BIS Serpong, Isaac Koh Siong Fei, Senin (23/5/2011), di BIS Serpong, Tangerang.

Ia mengatakan, pendekatakan konsep home for learning ini dilaksanakan melalui sistem informasi teknologi dan keterbukaan komunikasi langsung antara pelajar dengan wali kelas maupun kepala sekolah. Demikian sebaliknya, antara siswa dengan wali kelas maupun dengan orangtua pelajar.

Di samping itu, kata dia, para pelajar bebas berinteraksi langsung dengan guru bidang studi masing-masing maupun guru bimbingan dan penyuluhan bila mendapatkan kesulitan. Untuk aktivitas keseharian, sambung Isaac, para pelajar diedukasi keterampilan sosial emosional (social emotional skills) melalui kesadaran atas emosi maupun reaksi (self awareness), serta cara mengelola emosi tersebut (self management) dan dampak atas tindakan yang dilakukan pada orang lain.

"Hal ini berkaitan erat dengan sikap untuk mengelola hubungan itu sendiri atau relationship-management dan pelajar terlatih membuat keputusan yang bertanggungjawab, baik untuk diri sendiri juga orang lain atau relationship-decision making," kata Isaac.

Sementara itu, untuk pembangunan karakter para siswa, BIS Serpong melakukannya melalui pengembangan enam pilar, yaitu trustworthiness, respect, responsibility, fairness, caring, dan citizenship.

"Trustworthiness adalah mengajarkan para siswa untuk menjadi orang yang berkata dan bertindak dengan benar, sementara respect dan responsibility memberitahu cara menghargai perbedaan dan menyelesaikan konflik secara damai, bijaksana serta menerima konsekuensi atas tindakannya," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Siswa juga diajarkan agar bersikap adil (fairness), peduli dan bersedia untuk memaafkan (caring), serta ditanamkannya kesadaran atas masalah dilingkungan mereka (citizenship).



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X