Mahasiswa Protes Keputusan ASEAN Summit

Kompas.com - 30/05/2011, 14:22 WIB
EditorLatief

SEMARANG, KOMPAS.com Para mahasiswa menilai, Indonesia sedang masuk perangkap liberalisasi dunia. Keputusan Indonesia dalam ASEAN Summit sudah jelas, yakni liberalisasi perdagangan barang, liberalisasi sektor keuangan dan investasi, serta liberalisasi perdagangan jasa dan tenaga kerja.

Demikian diungkapkan Soli Irmanto, koordinator aksi unjuk rasa mahasiswa, yang memprotes pelaksanaan ASEAN Summit. Setidaknya 50 aktivis dari serikat mahasiswa Indonesia itu menggelar unjuk rasa di bundaran Universitas Diponegoro, Senin (30/5/2011), untuk memprotes komersialisasi pendidikan sebagai konsekuensi keputusan ASEAN Summit.

"Dunia pendidikan tak bisa lepas dari keputusan itu. Karenanya, kami mendesak pemerintah untuk merealisasikan pendidikan gratis dari TK hingga perguruan tinggi," kata Soli.

Selain pendidikan gratis, pemerintah harus memiliki niat baik untuk menghapus komersialisasi pendidikan. Salah satu upaya yang harus ditempuh adalah menghapus undang-undang sistem pendidikan nasional.

"Dengan kondisi sekarang ini dipastikan bahwa ada upaya pemiskinan secara permanen sebab orang-orang miskin tak lagi bisa sekolah atau menempuh pendidikan berkualitas," tambah Soli.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.