Mendiknas Enggan Komentari Soal Korupsi

Kompas.com - 30/05/2011, 15:39 WIB
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh enggan menjelaskan mengenai jaminan Kementrian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) kepada Direktur Pembinaan SMK Kemdiknas, Joko Sutrisno, yang diduga terlibat dalam kasus korupsi pelaksanaan Lomba Keterampilan Siswa (LKS) SMK XVII dan Pameran SMK pada 2009 lalu.

"Tanya ke pak Joko saja, saya tidak tahu soal jaminan itu," kata Nuh, Senin (30/5/2011) siang, di Jakarta.

Pernyataan Nuh tersebut menjadi aneh, mengingat beberapa waktu sebelumnya, Joko Sutrisno mengaku pembebasan dirinya berkat jaminan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.

"Ada surat jaminan dari teman-teman di sini, dan pak Menteri sendiri sudah menyampaikan jika dana tersebut sudah dikembalikan. Artinya, yang dulu dinyatakan kerugian, itu sudah dikembalikan, bahkan sejak tahun lalu," kata Joko kepada Kompas.com, Senin (23/5/2011) lalu, di Jakarta.

Saat itu, Joko juga mengaku sempat menjalani kurungan selama 20 hari. Sifat dari jaminan yang diberikan kepadanya hanya sebatas pengalihan supaya dirinya dapat kembali meneruskan pekerjaannya sampai proses hukum dugaan korupsi tersebut benar-benar selesai.

"Saya juga sempat dikurung, artinya diminta tinggal di situ sekitar 20 hari. Ada jaminan dari sini, artinya, ya, itu memang pengalihan, kita tetap boleh melanjutkan aktivitas dan dijamin tidak akan pergi ke mana-mana, saya hanya kerja sampai kasus ini tuntas dan benar-benar clear," ujarnya.

Ketika kembali dikonfirmasi mengenai betul tidaknya jaminan tersebut, Mendiknas mengaku enggan memberi penjelasan lebih.

"Saya bukannya tidak mengetahui, tapi tolong Anda tanya ke yang bersangkutan," kata Nuh.

Untuk proses hukumnya, sampai sekarang dugaan korupsi tersebut masih diperiksa oleh Kejaksaan Agung. Adapun saat ini status Joko Sutrisno adalah tahanan kota.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.