Tambahan Waktu Siswa Kebutuhan Khusus

Kompas.com - 01/06/2011, 11:13 WIB
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Ujian tulis seleksi masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2011 untuk peserta berkebutuhan khusus wilayah DKI Jakarta juga dilaksanakan sejak Selasa (31/5/2011) kemarin. Dari 18 peserta yang terdaftar, hingga hari kedua, Rabu (1/6/2011), hanya 13 peserta yang tercatat mengikuti ujian tulis SNMPTN tersebut.

Adapun 13 peserta yang tercatat mengikuti ujian tulis berasal dari seluruh program studi (prodi) IPA dan IPC masing-masing satu orang, dan 11 orang lainnya berasal dari prodi IPS. Sementara itu, terdapat seorang peserta lulusan tahun 2009, lima orang lulusan 2010, dan sisanya tujuh orang adalah lulusan 2011. Ketigabelas peserta tersebut juga terdiri dari tunadaksa dan low vision masing-masing satu orang dan 11 lainnya adalah peserta tuna netra.

"Hari ini IPA dan IPC masing-masing satu orang, sementara yang 11 itu IPS. Di UNJ hanya ini saja, kita sudah cek. Untuk wilayah Jakarta, siswa berkebutuhan khusus hanya ada di UNJ. Jumlah peserta yang mendaftar ada 18, tapi yang ikut hanya 13," kata Panitia Sekretariat SNMPTN ujian tulis siswa berkebutuhan khusus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Syamsi, Rabu (1/6/2011), di UNJ, Jakarta Timur.

Syamsi menjelaskan, lima peserta yang tidak hadir adalah para siswa low vision. 

"Tidak di sini, karena mereka ujian di sekolah. Mereka biasanya menggunakan sinar atau lup. Sebenarnya kita siap memfasilitasi jika mereka ingin ujian di sini, satu peserta kita beri dua pengawas yang berasal dari mahasiswa pendidikan luar biasa, fakultas ilmu pendidikan (PLB FIP UNJ)," ujarnya.

Untuk hari ini, peserta ujian tulis terbagi menjadi dua kelompok. Untuk mereka yang berasal dari prodi IPA pada pagi (07.45-10.00), IPS (10.00-12.00), dan IPC mengikuti dua-duanya.

"Kemarin masih bareng, tapi hari ini dipisah. IPS pagi dan IPA siang, sementara IPC ikut dua-duanya," tambah Syamsi.

Karena beberapa alasan, lanjut dia, dibuat kebijakan guna membantu para peserta berkebutuhan khusus dalam mengerjakan soal ujian tulis, yaitu dengan menambah durasi waktu selama 30 menit.

"Kami berikan tambahan waktu selama 30 menit karena setiap soal membutuhkan beberapa kali dibacakan. Jam mulainya tetap sama, hanya waktu selesainya saja yang kami tambahkan. Karena ada beberapa soal, seperti gambar yang terbilang sulit untuk dijelaskan, jadi harus kita bantu membacakan beberapa kali," kata Syamsi.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    Close Ads X