Ada Gladi Resik Contek Massal di Gadel 2 - Kompas.com

Ada Gladi Resik Contek Massal di Gadel 2

Kompas.com - 05/06/2011, 20:03 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Kasus contek massal saat ujian nasional (UN) 2011, tingkat Sekolah Dasar (SD), yang terjadi di SDN Gadel 2, Tandes, Surabaya diduga dilakukan secara sistematis.

"Kami merekomendasikan UN di SDN 2 Gadel tidak perlu diulang agar tidak merugikan murid dan orangtua, tapi kepsek, wali kelas dan guru F perlu mendapatkan sanksi administratif," kata anggota Tim Independen Pemkot Surabaya Prof Daniel M Rosyid di Surabaya, Minggu (5/6/2011).

Menurut dia, AL, siswa pintar di SDN itu yang mengerjakan jawaban soal untuk didistribusikan kepada rekan-rekannya, terpaksa memberikan contekan kepada teman-temannya, karena "perintah" dari oknum guru, bahkan sekolah itu sempat mengadakan "gladi resik" contek massal itu.

"Kami juga menemukan praktik bullying (menghardik) terhadap AL, karena itu kami merekomendasikan keluarga AL dilindungi oleh pihak kepolisian dari intimidasi. Ancaman tersebut berasal dari guru senior dalam hal ini, wali kelas dan sesama temannya," katanya.

Dalam pengakuannya, AL dipaksa memberikan contekan. "Guru saya, Pak F, yang menyuruh saya memberi contekan. Sebelum UN justru dia mengatakan kapan lagi saya bisa membalas budi para guru. Kata Pak F, apa tidak kasihan kalau teman saya tidak lulus," kata Daniel menirukan AL.

"Laporan kecurangan dari keluarga AL kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Surabaya sudah menjadi kewajibannya. Laporan kecurangan ini harusnya direspons secepatnya. Kejujuran dari masyarakat harus dijaga dan jangan sampai ada kesan kalau jujur yang ajur (hancur)," katanya.

Sementara itu, anggota tim independen lainnya, Kresnayana Yahya, mengatakan, ada problem komunikasi dalam kasus mencontek massal tersebut.

"UN yang seharusnya menjadi tolak ukur, justru menciptakan tekanan kepada siswa, sehingga siswa cenderung merasa ketakutan untuk menolak jika diminta oleh guru," katanya.

Namun, Kepala Disdik Surabaya Sahudi belum dapat dikonfirmasi, sedangkan pihak kepolisian mengaku belum ada tindakan penjagaan khusus kepada AL dan keluarganya, karena polisi menilai kasus itu sebaiknya diselesaikan secara internal, bukan pidana.

Untuk menyukseskan praktik mencontek itu, wali kelas AL sempat melakukan tiga kali simulasi, sehingga masing-masing siswa sudah tahu perannya masing-masing dengan Al sebagai pemasok bahan contekan, lalu ada yang menggandakan jawaban contekan dan ada yang mengedarkannya ke kelas lain.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorBenny N Joewono

    Terkini Lainnya

    Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

    Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

    Megapolitan
    Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

    Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

    Megapolitan
    Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

    Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

    Megapolitan
    Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

    Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

    Nasional
    Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

    Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

    Edukasi
    Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

    Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

    Megapolitan
    Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

    Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

    Internasional
    Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

    Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

    Internasional
    Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

    Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

    Edukasi
    Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

    Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

    Megapolitan
    Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

    Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

    Nasional
    Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

    Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

    Megapolitan
    Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan 'Diadopsi' Kampus di China

    Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan "Diadopsi" Kampus di China

    Internasional
    Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas  Bekasi

    Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas Bekasi

    Megapolitan
    Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

    Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

    Nasional
    Close Ads X