Indonesia Punya Daya Tarik Tinggi

Kompas.com - 07/06/2011, 21:58 WIB
EditorBenny N Joewono

BALI, KOMPAS.com - Saat ini belum terbentuk sinergi yang maksimal dari beberapa institusi pemerintah, yaitu antara Kementrian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Kementrian Luar Negeri (Kemenlu), dan Dinas Imigrasi untuk menerbitkan student visa.

Hal ini menjadi salah satu hambatan bagi percepatan konsep Internasionalisasi Perguruan Tinggi (Internationalization of Higher Education) atau IHE.

Demikian diungkapkan oleh Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Dikti Kemdiknas Achmad Jazidie dalam paparannya pada seminar dan workshop "Internationalisation on Higher Education: Challenges and Opportunities for Indonesian-Dutch Academic Collaboration" di Bali, Selasa (7/6/2011).

Untuk sementara, kata Jazidie, sebagai jalan keluarnya Dikti Kemdiknas tengah menyiapkan sistem administrasi online bagi pelajar asing yang ingin kuliah di Indonesia yang akan diluncurkan Agustus 2011 mendatang.

"Selain itu, saya rasa, kita harus meningkatkan peran penguatan kantor kelembagaan urusan internasional (PKKUI) di perguruan tinggi masing-masing," ujarnya.

Tahun lalu, dengan target meraih 33 kontrak kerjasama HEI, PKKUI memperoleh alokasi anggaran Dikti sebesar Rp 2,721 miliar, sedangkan tahun ini dengan target 50, PKKUI menerima budget sebesar Rp 2,5 miliar.

Sementara itu, Direktur Nuffic Neso Indonesia Marrik Bellen mengatakan perguruan-perguruan tinggi Indonesia perlu membangun dan memperkuat forum yang berkesinambungan untuk saling memahami dan berbagi tentang manfaat dari kerjasama internasionalisasi pendidikan tinggi, salah satunya dengan Belanda. IHE saat ini telah menjadi "hot issue" di dunia, termasuk Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Apalagi beberapa perguruan tinggi Indonesia sudah masuk jajaran rangking dunia, daya tariknya tinggi sekali. Tapi tentu saja, konsep internasionalisasi ini harus ada benefit bagi kedua belah pihak. Kerjasama tidak akan terjadi kalau tidak ada saling menguntungkan," ujarnya.

Hanya, lanjut Marrik, memang agak sulit bagi Indonesia untuk menerapkan konsep IHE secara sekaligus mengingat jumlah perguruan tingginya mencapai sekitar 3.000.

Banyak perguruan tinggi yang mungkin belum siap menerapkannya saat ini meskipun potensi masing-masing berbeda dan punya keunggulan sendiri-sendiri.

"Ada beberapa potensi, banyak program-program studi yang menarik dan sumber daya manusia yang siap 'go internasional'. Ini hanya soal kesempatan dan kemauan, yaitu bagaimana mereka memulainya dengan keunggulan yang dimiliki itu. Kompleks sekali memang," tutur Marrik.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.