Alot, Pembahasan RUU Pendidikan Dokter Diskors

Kompas.com - 27/06/2011, 13:11 WIB
EditorInggried

JAKARTA, KOMPAS.com — Rapat pembahasan rancangan undang-undang (Raker RUU) Pendidikan Kedokteran yang digelar oleh Komisi X bersama Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berjalan alot, Senin (27/6/2011), di Gedung DPR, Jakarta. Pasalnya, para peserta rapat memperdebatkan posisi Kemdiknas yang tidak menjadi leading sector dalam RUU tersebut.

Anggota komisi X DPR, Dedi Gumelar, menjelaskan, RUU Pendidikan Kedokteran yang merupakan hasil inisiatif DPR dan Badan Musyawarah (Bamus) DPR telah memutuskan Komisi X sebagai leading sector-nya. Untuk itu, menurut dia, sudah seharusnya Kemdiknas yang menjadi kementerian yang memimpin pembahasan RUU tersebut. Mengingat, Kemdiknas adalah mitra kerja dari Komisi X.

"Inisiatif RUU Dikti dan Pendidikan Kedokteran itu dari DPR, lalu Bamus sudah menentukan April lalu. Karena subyeknya adalah kata pendidikan, maka leading sector-nya komisi X yang membidangi pendidikan dan otomatis paralel dengan mitra kerjanya, yaitu Kemdiknas. Kata pendidikan sebagai subyek memberikan pemahaman bahwa ini adalah sebuah lembaga atau proses untuk menghasilkan dokter," kata Dedi kepada Kompas.com, di sela-sela rapat, Senin (27/6/2011), di DPR, Jakarta.

Selain itu, Dedi menilai, pemaparan Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih sangat ambigu. Sebab, mengatur Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) untuk menentukan biaya pendidikannya.

"Nah, jika pemerintah menunjuk Menkes, itu bukan mitra kerja Komisi X. Pemaparan Menkes juga saya bilang ambigu karena yang menentukan biaya pendidikannya Mendiknas, jadi bolak-balik, kenapa enggak Menkes saja," ujarnya.

"Walaupun Menkes adalah penyelenggara pendidikan, tapi kan tidak dalam tingkat Dikti (pendidikan tinggi). Seperti yang saya bilang tadi, kenapa ITB enggak di bawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) atau Kementerian Pertambangan karena ada Teknik Industri dan Pertambangan di ITB. Saya tegaskan, subyeknya adalah pendidikan, yang mereka gunakan itu output-nya, yaitu kedokteran. Makanya, Pendidikan Kedokteran sebagai fungsi pelayanan masyarakat itu keliru. Pelayanan masyarakat itu output setelah mereka menjadi dokter. Jika Menkes leading sector-nya, maka bentuknya bukan panitia kerja (panja), tapi panitia khusus (pansus), dengan menggabungkan Komisi IX di dalamnya," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panja RUU Pendidikan Kedokteran, Mahyudin, memutuskan rapat diskors dan belum ada kepastian kapan rapat tersebut akan dilanjutkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.