Ingat, PPDB di Sekolah Negeri Gratis - Kompas.com

Ingat, PPDB di Sekolah Negeri Gratis

Kompas.com - 30/06/2011, 13:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2011 di SMP Negeri  dipastikan tanpa pungutan alias gratis. Berdasarkan pantauan hari terakhir PPDB di beberapa SMPN di Jakarta, pihak sekolah dan orang tua siswa memastikan tidak ada pungutan sepeser pun dalam proses PPDB. Wakil kepala SMPN 9 Jakarta Timur, Junawan, mengatakan, sejak 1 Januari 2006 sudah ada aturan yang mengatur PPDB tanpa pungutan. Menurutnya, tak akan ada sekolah khususnya di Jakarta yang berani memungut biaya pada PPDB. Sebab, melanggar aturan tersebut sama dengan mempertaruhkan jabatannya.

"Saya rasa enggak ada yang berani memungut biaya saat PPDB, khususnya di Jakarta. Sama dengan menggantung jabatan. Dana mengenai itu sudah dianggarkan dalam bantuan operasional provinsi," kata Jumono kepada Kompas.com, Kamis (30/6/2011) siang, di Jakarta.

"Seharusnya tidak ada lagi yang memungut biaya saat PPDB, karena mulai 2006 aturan itu sudah dibuat. Sekolah adalah kepanjangan tangan dari Dinas Pendidikan dan operator dalam PPDB yang meng-input dan memverifikasi data," tandasnya.

Ditemui terpisah, salah seorang orangtua calon siswa, Kezya Asrina mengatakan hal serupa. Ia mengatakan, tidak ada pungutan biaya apapun saat PPDB di SMPN 9. Bahkan, ia mengaku pihak sekolah juga membantu proses administrasi seperti fotocopy akta kelahiran dan surat keterangan.

"Saya sudah tahu seluk beluk dan kualitas sekolah ini. Karena ada anak saya yang lebih dulu sekolah di sini. Semua proses PPDB tidak dikenakan biaya, termasuk saat saya perlu fotocopy dan print data untuk melengkapi syarat administrasi," ujarnya.


EditorInggried

Terkini Lainnya

Jelang Ramadhan, Polisi di Daerah Diperintahkan Tingkatkan Patroli

Jelang Ramadhan, Polisi di Daerah Diperintahkan Tingkatkan Patroli

Nasional
Wakil Kadin DKI Jadi Komisaris PT Delta, DPRD Nilai Seharusnya PNS DKI yang Ditunjuk

Wakil Kadin DKI Jadi Komisaris PT Delta, DPRD Nilai Seharusnya PNS DKI yang Ditunjuk

Megapolitan
Wakapolres Trenggalek: Nongol, Babat, Zero-kan Miras di Trenggalek

Wakapolres Trenggalek: Nongol, Babat, Zero-kan Miras di Trenggalek

Regional
Biografi Tokoh Dunia: John Wilkes Booth, Aktor Pembunuh Presiden

Biografi Tokoh Dunia: John Wilkes Booth, Aktor Pembunuh Presiden

Internasional
Tuan Rumah Pertemuan Trump-Kim Mengerucut ke Singapura dan Mongolia

Tuan Rumah Pertemuan Trump-Kim Mengerucut ke Singapura dan Mongolia

Internasional
Menurut Ombudsman, Kebijakan Bebas Visa Jadi Pintu Masuk TKA Ilegal

Menurut Ombudsman, Kebijakan Bebas Visa Jadi Pintu Masuk TKA Ilegal

Nasional
Begini Kondisi Rusak Honda HR-V yang Ditabrak Kopaja di Rasuna Said

Begini Kondisi Rusak Honda HR-V yang Ditabrak Kopaja di Rasuna Said

Megapolitan
Menebak Pertukaran Cenderamata Kedua Pemimpin Korea

Menebak Pertukaran Cenderamata Kedua Pemimpin Korea

Internasional
Moeldoko: Presiden Tempatkan Alumni 212 sebagai Partner Demokrasi

Moeldoko: Presiden Tempatkan Alumni 212 sebagai Partner Demokrasi

Regional
Korut Ingin Menjadi Negara Normal daripada Pemilik Senjata Nuklir

Korut Ingin Menjadi Negara Normal daripada Pemilik Senjata Nuklir

Internasional
PDI-P dan Ikhwanul Muballighin Inisiasi Gerakan Nasional Mubalig Bela Negara

PDI-P dan Ikhwanul Muballighin Inisiasi Gerakan Nasional Mubalig Bela Negara

Nasional
DPRD Imbau Anies-Sandiaga Tak Lepas Saham DKI dari Perusahaan Bir

DPRD Imbau Anies-Sandiaga Tak Lepas Saham DKI dari Perusahaan Bir

Megapolitan
Sandiaga Harap Kadin Bantu Pemprov DKI Wujudkan Program DP 0 Rupiah

Sandiaga Harap Kadin Bantu Pemprov DKI Wujudkan Program DP 0 Rupiah

Megapolitan
Ombudsman: Gaji Pekerja Lokal Hanya Sepertiga Tenaga Kerja Asing

Ombudsman: Gaji Pekerja Lokal Hanya Sepertiga Tenaga Kerja Asing

Nasional
Pencuri di Perumahan Elite Sewa Mobil Mewah, Sekuriti dan Warga Tertipu

Pencuri di Perumahan Elite Sewa Mobil Mewah, Sekuriti dan Warga Tertipu

Megapolitan
Close Ads X