Ribuan Anak SMP Terancam Putus Sekolah

Kompas.com - 21/07/2011, 16:52 WIB
EditorBenny N Joewono

SAMPIT, KOMPAS.com - Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Syahminan Japri mengatakan bahwa ribuan siswa lulusan SMP di daerah tersebut terancam putus sekolah.

"Para lulusan SMP sederajat terancam tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena tidak tertampung di sekolah menengah atas (SMA) sederajat," kata Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Syahminan Japri di Sampit, Kamis (21/7/2011).

Daya tampung atau ruang kelas yang tersedia di SMA sederajat di Kotawaringin Timur sangat terbatas dan tidak seimbang dengan jumlah siswa SMP yang lulus.

Di Kotawaringin Timur, saat ini ada sebanyak 114 bangunan SMP dan siswa kelas IX yang berhasil lulus Ujian Nasional (UN) ada sebanyak 5.090 siswa.

Sedangkan untuk SMA sederajat di Kotawaringin Timur ada sebanyak 45 sekolah dengan jumlah siswa kelas XIII yang berhasil lulus UN ada sebanyak 3.021 siswa.

Menurut Syahminan, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga telah mengintruksikan kepada seluruh sekolah di Kotawaringin Timur untuk menyesuaikan daya tampung ruang kelas dalam menerima siswa baru.

Setiap ruang kelas minimal diisi 35 siswa dan maksimal 40 orang siswa, aturan tersebut ditetapkan demi memberikan kenyamanan dan kemanan selama proses belajar mengajar.

"Kami pastikan lulusan SMP di Kotawaringin Timur tahun ini banyak yang putus sekolah karena tidak tertampung di SMA sederajat," katanya.

Dari 5.090 siswa SMP yang berhasil lulus diperkirakan hanya sekitar 3.000 lebih yang berhasil tertampung di bangku SMA, sedangankan 2.000 siswa diaataranya akan putus sekolah.

Ia berharap permasalahan tersebut dapat segera menjadi perhatian dan ditangani oleh pemerintah daerah. Selain akibat tidak tertampung lulusan SMP di SMA faktor lain yang menjadi ancaman mereka tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi juga karena mahalnya biaya masuk sekolah.

Untuk faktor tingginya biaya masuk sekolah bukan hanya pada lulusan SMP saja yang terancam tapi untuk semua tingkatan sekolah bahkan masih sekolah tingkatan dasar sekalipun ikut terancam.

"Kami tidak dapat membayangkan, bagaimana nantinya daerah ini jika pemerintah daerah tidak segera mengambil langkah antisipasi, kasihan nasib masa depan anak-anak," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.