Calon Sarjana Ini Tak Pernah Kuliah

Kompas.com - 25/07/2011, 21:56 WIB
EditorBenny N Joewono

AMBON, KOMPAS.com — Calon sarjana tanpa melalui proses perkuliahan harus membuat laporan ke kepolisian karena tindakan yang dilakukan Onisimus Paipet selaku pengelola Universitas Graha Ga Utama Jombang (Jawa Timur) cabang Kota Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru (Maluku), merupakan kejahatan.

"Kalau ada yang mendapatkan sarjana tanpa melalui proses kuliah itu sebuah penipuan dan para korban yang telah mendaftar lalu menyetor sejumlah uang harus dilaporkan ke polisi untuk ditindaklanjuti," kata Ketua Komisi D DPRD Maluku, Suhfi Madjid, di Ambon, Senin (25/7/2011).

Apalagi, sudah ada patokan harga yang ditentukan pelaku kepada calon sarjana sebesar Rp 15 juta dan telah disetor oleh puluhan calon. Pemerintah pusat telah mengeluarkan regulasi yang melarang perguruan tinggi membuka jalur khusus seperti cabang di setiap kabupaten dan kota, maka pemerintah daerah harus mengambil langkah tegas.

Kemudian, para calon yang menjadi korban penipuan dan merasa dirugikan perlu melaporkan lembaga pendidikan dimaksud atau oknum yang mengaku sebagai pihak pengelola di cabang Dobo harus dilaporkan ke polisi agar ada penanganan yang berkelanjutan.

Menurut Suhfi, tindakan seperti ini dimaksudkan agar aksi penipuan yang dilancarkan tidak menjalar ke orang lain sebagai korban penipuan tentunya.

Yang jelas pembukaan cabang-cabang perguruan tinggi di daerah seperti ini membuat lembaga pendidikan tinggi di Maluku maupun banyak tempat lainnya di Tanah Air sering dimanfaatkan untuk kepentingan lain, apalagi tidak melalui izin Kopertis.

"Saya sangat yakin kalau UGGU Jombang tidak memiliki izin Kopertis untuk membuka cabangnya di Maluku, khususnya Kabupaten Kepulauan Aru, dan kalau mendapatkan gelar sarjana tanpa proses perkuliahan itu tidak benar," tandasnya.

Karena dalam mendapatkan predikat sarjana, misalnya, seseorang harus memenuhi Satuan Kredit Semester (SKS), mengikuti Kuliah Kerja Nyata, seminar judul, penelitian, penyusunan skripsi, hingga ujian skripsi.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kepulauan Aru, Djukut Jonatan, calon sarjana tanpa melalui perkuliahan yang direkrut Onisimus terdiri dari siswa yang baru lulus SMA serta para guru sekolah dasar.

"Mereka ditagih Rp 15 juta per orang dan disuruh berangkat ke Jombang mengikuti acara wisuda untuk mendapatkan gelar sarjana S-1," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.