Mubarok: Pers Tak Adil terhadap Marzuki

Kompas.com - 01/08/2011, 23:14 WIB
EditorAgus Mulyadi

JAKARTA, KOMPAS.com — Serangan kepada Ketua DPR Marzuki Alie, terkait pernyataannya tentang pemutihan harta koruptor dan pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membuat resah anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Achmad Mubarok. 

"Saya melihat pers tidak adil terhadap Pak Marzuki. Padahal, soal pemutihan harta koruptor bukan ide sepenuhnya Pak Marzuki. Gagasan pemutihan koruptor itu sudah dilontarkan berbagai kalangan tahun 2000-an, setelah jatuhnya Presiden Soeharto. Kenapa sekarang Pak Marzuki yang jadi sasaran, padahal dia hanya mengulang gagasan itu?" tanya Mubarok kepada Kompas.com, Senin (1/8/2011). 

Mubarok juga menilai pernyataan Marzuki soal pembubaran KPK, yang hanya dilihat pers dengan kata-kata "pembubaran KPK" saja. "Padahal, yang disampaikan Pak Marzuki itu adalah 'jika pimpinannya tidak baik lebih baik KPK dibubarkan'. Akan tetapi, pers hanya melihat kata-kata pembubaran KPK-nya saja. Bukankah itu tidak adil?" kata Mubarok lagi. 

Sebagai Ketua DPR, tambah Mubarok, Marzuki sering dicegat pers yang ada di DPR. Marzuki akan banyak menjelaskan apa yang ditanya oleh pers. "Saya bukan membela Pak Marzuki, ya. Saya menghormati media massa, termasuk Kompas. Hanya tolong proporsional dan adillah terhadap seseorang," ucap Mubarok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.