Koruptor Bakal Dapat Grasi Tahun 2011?

Kompas.com - 02/08/2011, 19:07 WIB
EditorInggried

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada sidang kabinet terbatas bidang politik, hukum, dan keamanan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (2/8/2011), membahas tentang pemberian grasi tahun 2011. Turut hadir pada sidang tersebut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, dan Jaksa Agung Basrief Arief.

Seusai sidang, Djoko mengatakan, dasar pemberian grasi adalah kemanusiaan. Hal ini disampaikan ketika Djoko ditanya apakah ada narapidana kasus korupsi yang menerima grasi dari Presiden.

"You jangan bicara koruptor, bicara teroris. Tapi pendekatannya itu itu, yang tua, yang berpenyakit menular, yang tidak bisa apa-apa, dan anak-anak. Tolok ukurnya itu," kata Djoko kepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa.

Secara terpisah, Patrialis mengatakan, pemerintah masih menggodok para narapidana yang akan mendapatkan remisi dan grasi terkait HUT Kemerdekaan Ke-66 RI. Pada tahun lalu, Presiden memberikan grasi kepada terpidana korupsi APBD Kabupaten Kutai Kartanegara, Syaukani Hasan Rais. Syaukani mendapatkan grasi karena faktor sosial kemasyarakatan dan keadilan. Saat itu, Syaukani dikatakan mengidap stroke permanen. Terkait pemberian grasi tersebut, KPK menyatakan kecewa. Pemberian grasi oleh Presiden dinilai mencederai semangat pemberantasan korupsi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.