Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Chairuman Tawarkan Konsep Rampas Aset

Kompas.com - 05/08/2011, 17:06 WIB
EditorAgus Mulyadi

 

BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua Komisi II DPR RI, Chairuman Harahap, Jumat (5/8/2011) siang, mempertahankan disertasinya untuk promosi doktoral di Universitas Padjadjaran, Bandung. Dia menawarkan konsep perampasan aset hasil tindak pidana korupsi.

Dalam pemaparannya, ia menyebutkan bahwa dari 10 kasus korupsi yang sudah disidangkan di pengadilan, uang pengganti senilai Rp 8,9 triliun belum juga bisa ditagih pemerintah.

Dia mengutip pendapat Romli Atmasasmita bahwa penyitaan aset terkait kasus korupsi belum diatur khusus, hanya melalui tindak pidana.

"Undang-Undang 31/1999 tentang tindak pidana korupsi belum bisa dijalankan terkait soal perampasan aset," katanya.

Sidang promosi itu dihadiri oleh beberapa tokoh politik seperti Jusuf Kalla maupun Aburizal Bakrie.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+