Homeschooling, karena Keluarga Pusat "Tata Surya" - Kompas.com

Homeschooling, karena Keluarga Pusat "Tata Surya"

Kompas.com - 12/08/2011, 09:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Keputusan menerapkan homeschooling bukanlah keputusan yang diambil dalam sekejap oleh pasangan Faizal Kamal dan Mella Fitriansyah. Mereka sudah menyiapkan jauh sebelum putra sulungnya, Aiansyah Husayn Kamal (5) lahir. Kini, Husayn, dan adiknya yang berusia tiga tahun, Aliansyah Haidar Kamal, menjalani proses pendidikan "sekolah rumah" alias homeschooling yang di-handle langsung oleh Faizal dan Mella. Apa alasan keluarga ini memilih homeschooling?

Mella mengungkapkan, bukanlah sebuah awal yang mudah untuk memulainya. Pilihan homeschooling ibarat mendobrak kemapanan dan tembok sistem yang sudah berjalan selama ini. Tak membawa anak ke sekolah formal, awalnya dipertanyakan. Terutama oleh keluarga besarnya, yang berlatarbelakang pendidik. Tetapi, dengan persiapan dan kesamaan visi, Mella dan suaminya tetap menerapkan sekolah rumah kepada anak-anaknya. Prinsip dasar yang dipegang adalah keyakinan bahwa keluarga merupakan pusat "tata surya" dalam pembentukan karakter dan persiapan masa depan anak.

"Kami menganggap bahwa keluarga adalah pusat 'tata surya'. Saat ini, kebanyakan keluarga masih menjadikan pekerjaan sebagai pusat 'tata surya'nya. Ibaratnya, kita sudah dikasih batu atau kayu oleh Allah, dan diminta mengukirnya. Tetapi, kemudian kita menyerahkannya ke orang lain atau lembaga lain untuk mengukirnya. Aku tidak mau itu terjadi pada anak-anakku," ujar Mella, saat dijumpai Kompas.com, Kamis (11/8/2011), di Jakarta.

Lagipula, menurutnya, homeschooling membuat hubungan antara anak dan orangtua menjadi sangat dekat. "Aku dan suami sangat get connect dengan anak-anak karena kami secara penuh meng-handle pembelajaran mereka," katanya.

Ya, Mella dan Faizal menjadi konseptor bagi kurikulum dan pola pembelajaran yang diterapkan kepada Husayn dan Ali. Informasi mengenai kurikulum dan metode-metode homeschooling didapatkan dengan melakukan pencarian melalui dunia maya dan bertukar informasi dengan sesama keluarga homeschooling. Ada milis yang menjadi pintu informasi bagi keluarga homeschooling, yaitu milis "sekolah rumah".

"Kita beruntung sekarang ada internet, ada facebook, jadi kita bisa bertukar cerita. Selain itu, sesama keluarga homeschooling sering berbagi informasi tentang kurikulum, yang banyak juga berasal dari luar negeri," kisah Mella.

Kini, Mella merasa, buah perjuangannya bersama suami sudah mulai diakui. Keluarga yang tadinya mempertanyakan, sekarang mengapresiasi perkembangan Husayn dan Ali.

"Husayn belum aku ajarin baca. Ak memilih better late than early. Kalau nanti dia matang akan lebih cepat mengajarkan. Ngapain memaksakan anak, sementara itu belum umurnya. Aku enggak mau masuk dalam arus itu. tetapi, ajaibnya, meski belum diajarkan, Husayn sudah bisa membaca namanya, dan beberapa kata," katanya.

Ia menekankan, hal yang harus diutamakan ada menanamkan skill kepada anak. Mella menilai, skill yang dikuasai sang anak akan menjadi bekalnya di masa depan. "Aku lebih menekankan anak menguasai skill yang sesuai dengan dirinya daripada memaksakannya menguasai banyak hal seperti yang berlaku di sekolah formal. Buatku, skill ini yang akan menjadi bekal hidupnya," ujar Mella.

Sampai umur berapa Husayn dan Ali akan menjalani sekolah rumah? "Sampai mereka nanti tiba saatnya masuk kuliah," kata dia.

Saat ini, tak ada persoalan legalitas bagi anak-anak homeschooling. Mereka yang tak menjalani sekolah formal bisa mendapatkan ijazah dengan mengikuti ujian paket A, B, dan C. Untuk persiapannya, komunitas homeschooling kerap melakukan pembekalan bersama.

"Dan percaya enggak percaya, anak-anak homeschooling lulus kok kalau mengikuti ujian ini. Jadi apa yang harus ditakutkan?," kata Mella.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorInggried

    Terkini Lainnya

    Polemik Deklarasi DPW PAN Sumsel Dukung Jokowi, Dianggap Bukan Kader dan Terancam Dipolisikan

    Polemik Deklarasi DPW PAN Sumsel Dukung Jokowi, Dianggap Bukan Kader dan Terancam Dipolisikan

    Regional
    PENS Raih 3 Penghargaan Kemenristek Bidang Kemahasiswaan

    PENS Raih 3 Penghargaan Kemenristek Bidang Kemahasiswaan

    Edukasi
    Gubernur NTT Akan Naikkan Tarif Masuk Pulau Komodo, Pelaku Wisata Protes

    Gubernur NTT Akan Naikkan Tarif Masuk Pulau Komodo, Pelaku Wisata Protes

    Regional
    Jokowi Minta Pendukungnya 'Door to Door', Jangan Hanya Pasang Baliho

    Jokowi Minta Pendukungnya "Door to Door", Jangan Hanya Pasang Baliho

    Nasional
    Bentrokan di Kashmir, Pasukan Keamanan India Tembak Mati 7 Demonstran

    Bentrokan di Kashmir, Pasukan Keamanan India Tembak Mati 7 Demonstran

    Internasional
    Survei Internal, Jokowi Akui Elektabilitasnya Masih di Bawah Prabowo di Riau

    Survei Internal, Jokowi Akui Elektabilitasnya Masih di Bawah Prabowo di Riau

    Nasional
    Pipa Pertamina Kembali Bocor, Minyak Mentah Tumpah Cemari Lingkungan

    Pipa Pertamina Kembali Bocor, Minyak Mentah Tumpah Cemari Lingkungan

    Regional
    Dirjen Dukcapil: Tersisa 2,6 Persen Masyarakat yang Belum Rekam Data E-KTP

    Dirjen Dukcapil: Tersisa 2,6 Persen Masyarakat yang Belum Rekam Data E-KTP

    Nasional
    Kemendagri Proses Pemberhentian Zumi Zola sebagai Gubernur Jambi

    Kemendagri Proses Pemberhentian Zumi Zola sebagai Gubernur Jambi

    Nasional
    Polisi Tangkap Dua Begal di Tanjung Priok

    Polisi Tangkap Dua Begal di Tanjung Priok

    Megapolitan
    Fakta Sidang Korupsi Pangonal Harahap, Menangis saat Bertemu Istrinya hingga Dugaan Danai Kampanye Pilgub Sumut

    Fakta Sidang Korupsi Pangonal Harahap, Menangis saat Bertemu Istrinya hingga Dugaan Danai Kampanye Pilgub Sumut

    Regional
    Anies Mengaku Selalu Diingatkan Jakmania soal Pembangunan Stadion

    Anies Mengaku Selalu Diingatkan Jakmania soal Pembangunan Stadion

    Megapolitan
    Mencium Bau Kaus Kaki Tiap Hari, Pria di China Kena Infeksi Paru-paru

    Mencium Bau Kaus Kaki Tiap Hari, Pria di China Kena Infeksi Paru-paru

    Internasional
    Kapal MV Aventador Terbakar, 5 Kru Terjun ke Laut

    Kapal MV Aventador Terbakar, 5 Kru Terjun ke Laut

    Regional
    Ada Longsor, Perjalanan Kereta Jakarta-Bandung Sempat Tertahan

    Ada Longsor, Perjalanan Kereta Jakarta-Bandung Sempat Tertahan

    Regional

    Close Ads X