Telkom-Kemdiknas Perkenalkan SabakMoE - Kompas.com

Telkom-Kemdiknas Perkenalkan SabakMoE

Kompas.com - 17/08/2011, 12:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyerahkan seperangkat tablet PC berikut konektivitas dan platform-nya sebagai tanda dimulainya pilot project SabakMoE kepada Kementerian Pendidikan Nasional.

SabakMoE (Sabak Ministry of Education) merupakan program Kemdiknas bersama Telkom untuk mengembangkan pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) melalui konsep integrasi DNA (Device, Network, Application & Content).  

"SabakMoE merupakan pemikiran strategis Mendiknas bahwa standardisasi pendidikan dan penyebarluasan pendidikan hanya bisa ditempuh dengan penggunaan TIK pendidikan," ujar Head of Corporate Communication and Affair Telkom Eddy Kurnia, Rabu (17/8/2011) di Jakarta.

Terkait inisiatif tersebut, Telkom akan mengembangkan sistem pembelajaran elektronik berbasis SabakMoE.

Eddy menjelaskan, istilah "sabak" mengacu sarana tulis-menulis dari batu tipis yang dibingkai kayu dengan "Grip" sebagai alat tulisnya. "Dahulu, setelah siswa menyalin tulisan guru di papan tulis pada sabak, para siswa diminta menghapalkannya, setelah itu dihapus untuk digunakan menulis pelajaran yang lain. Sehingga setiap siswa dituntut kemampuan untuk mengingat," tuturnya.

Setiap hari pelajaran berlangsung, dan tiap hari pengetahuan bertambah. Pendek kata, sekolah pada zaman dahulu sangat bergantung pada kemampuan mengingat. "Ternyata melatih daya ingat seperti itu menstimulasi otak untuk selalu merekam apa yang dialami," ujar Eddy.

Sabak pun berevolusi dan kembali ke tangan siswa sebagai tablet PC (Sabak Elektronik) yang siap menjadi alat bagi siswa berselancar di dunia ilmu pengetahuan untuk meraih prestasi.

Kemdiknas dan Telkom akan mengembangkan tablet PC tersebut sebagai alat bantu proses pembelajaran bagi siswa yang terintegrasi dengan Learning Management System (LMS), yang berfungsi juga sebagai perangkat akses konten sumber belajar multimedia dan interaktif, perangkat akses ke sistem informasi pembelajaran, jadwal, silabus, kurikulum, tugas, penilaian, hasil penilaian, pelaporan hasil belajar, perangkat untuk berkomunikasi dan berkolaborasi.

"Artinya, SabakMoE merupakan alat akses Portal Rumah Belajar, sebagai media pembelajaran interaktif siswa (lembar kerja siswa); dan sebagai catatan portofolio siswa," kata Eddy.

Telkom berharap program SabakMoE dapat mendukung fleksibilitas kegiatan belajar siswa dan kegiatan mengajar guru; memaksimalkan pemanfaatan Portal Rumah Belajar oleh siswa dan guru; dan mencatat riwayat belajar (historical learning) siswa.

Keunggulan SabakMoE, perangkat ini mampu mencari informasi dan menjadi media kolaborasi antarsiswa maupun antarsiswa dengan komunitas lainnya; dapat digunakan menyimpan ribuan buku elektronik (e-book) pelajaran maupun pengayaan siswa serta aplikasi belajar.

Selain itu, SabakMoE juga memberi kemudahan bagi sekolah, dinas, dan kementerian, di antaranya dalam menerapkan TIK di dunia pendidikan, dan diharapkan akan memperbaiki indeks penerapan TIK Indonesia di dunia, alat bantu pemerataan kualitas pengajaran, menuju penjaminan standar mutu pendidikan, memudahkan sistem laporan dan evaluasi, transparansi dan akuntabilitas proses pembelajaran.  

"Dengan demikian, SabakMoE dapat mendorong siswa belajar lebih mobile setiap hari," ujar Eddy.

Penggunaan SabakMoE dalam proses belajar-mengajar dapat mengubah paradigma pendidikan konvensional menjadi pendidikan yang menghibur dan hiburan yang mendidik (edutainment) serta membuka sekat (dikotomi) pendidikan formal dan nonformal.


EditorNasru Alam Aziz

Terkini Lainnya

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Revisi Perda Larangan Becak Dinilai Perlu Didorong Dibanding Gugat ke MA

Megapolitan
Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Polri Pertanyakan Tersebarnya Video Kepala Korps Brimob sebagai Kapolda Metro Jaya

Megapolitan
Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Sanksi untuk Pejabat Pemkot Bekasi Diberikan Setelah Sidang Majelis Kode Etik

Megapolitan
Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Golput Bentuk Kekecewaan Publik, Parpol Didesak Berubah

Nasional
Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Anak Malas Belajar? Coba 5 Tips Ini untuk Membuat Rajin

Edukasi
Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Sambut Obor Asian Games, Ada Gelaran Budaya di Taman Fatahillah

Megapolitan
Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Putin akan Hadiri Pernikahan Menteri Luar Negeri Austria

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Biografi Tokoh Dunia: Enzo Ferrari, Pendiri Mobil Mewah Ferrari

Internasional
Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Lantik Rektor, Binus Ajak Mahasiswa Memiliki Daya Saing

Edukasi
Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Pembangunan Jalur Dwi Ganda dari Stasiun Manggarai Selesai Tahun 2020

Megapolitan
Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Diperiksa 9,5 Jam, Idrus Marham Ingin Urusan soal PLTU Riau-1 Tuntas

Nasional
Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Ibu Korban Pembunuhan di Jalan Ciherang Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Megapolitan
Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan 'Diadopsi' Kampus di China

Ditinggal Pemiliknya, Seekor Angsa Jantan "Diadopsi" Kampus di China

Internasional
Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas  Bekasi

Ombudsman Minta Pj Wali Kota Bekasi Beri Sanksi ke Inspektorat, Kepala BKKPD, dan Kabag Humas Bekasi

Megapolitan
Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Ramai-ramai Wartawan Maju sebagai Caleg Partai Nasdem

Nasional
Close Ads X