"Eco Campus", Gedung Kuliah ITS Tak Ber-AC - Kompas.com

"Eco Campus", Gedung Kuliah ITS Tak Ber-AC

Kompas.com - 16/09/2011, 12:22 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya segera mewujudkan kampus yang peduli dan berwawasan lingkungan atau eco campus. Pencanangan eco campus tersebut akan ditandai dengan membuat hutan kampus yang akan digelar Sabtu (17/9/2011) besok. Salah satu komitmen yang akan ditunjukkan adalah, dengan meniadakan pendingin ruangan atau AC di gedung perkuliahan.

"Kami sebisa mungkin menghindari penggunaan AC. Minimal kita akan mengurangi AC dalam setiap gedung di ITS. Nanti kalau hutan kampus makin lebat, tak perlu pendingin ruangan ini,” kata Koordinator Program Eco Campus ITS Achmad Rusdianyah, Jumat (16/9/2011).

Peniadaan AC ini telah dilakukan pada gedung-gedung perkuliahan di kampus PENS ITS. Hampir di semua gedung ini didesain tanpa instalasi pendingin ruangan.

“Buktinya tanpa AC pun, gedung kuliah PENS sejuk. Udara segar masuk melalui fentilasi gedung. Ini ramah lingkungan. Kalau hutan kampus makin bagus, udara makin segar,” tambah Rusdiansyah.

Namun, ia mengakui, langkah non-AC tak mungkin diterapkan di seluruh gedung di kampus tersebut. Akan tetapi, ke depannya, setiap gedung baru ITS tak akan dilengkapi dengan pendingin ruangan.

Konsep "Eco Campus" Pada pencanangan hutan kampus yang akan dilakukan besok, akan dilakukan kegiatan penghijauan dan perluasan hutan kampus yang disebut gugur gunung (G2). Setidaknya 7.000 warga ITS, dosen, karyawan, dan seluruh mahasiswa dilibatkan langsung.

“Kami bermimpi ITS jadi kampus yang berbudaya lingkungan,” kata Rektor ITS Triyogi Juwono, secara terpisah, hari ini.

Hutan kampus yang sudah ada di ITS akan semakin difungsikan berdasarkan fungsi konservasi dan budidaya. Tanaman yang akan dikembangkan adalah tanaman langka seperti juwet, kecacil, gebang, atau jenis tanaman dan pohon langka lain.

Achmad Rusdiansyah menambahkan, GG adalah awal pencangan menuju eco campus ITS. Total lahan ITS 185 hektar harus dimaksimalkan demi kelestarian lingkungan.

“Kami sudah menyiapkan masterplan gedung-gedung perkuliahan di ITS yang berkonsep green building. Seluruh infrastruktur kampus akan berbasis dan berbudaya lingkungan,” jelasnya.

Setidaknya, dalam empat tahun ke depan, infrastruktur yang berkonsep green building itu sudah bisa diimplementasikan di lingkungan kampusnya. Antara lain, seperti desain standar green building, green infrastructure serta sistem drainase yang ramah lingkungan.

Masterplan berbasis eco campus ini diadopsi untuk mencegah pemborosan energi di ITS. Dalam hitungan Rusdiansyah, ITS setiap tahun membayar Rp 6 miliar untuk listrik. Artinya, setiap bulan harus dikeluarkan dana sebesar Rp 500 juta untuk listrik saja.

"Akan banyak program ITS untuk menciptakan budaya lingkungan. Kami akan tempatkan setiap program ecocampus sebagai prioritas. Melestarikan dan membudidayakan lingkungan sehat dan berkelenjutan,” kata Rusdiansyah.


EditorInggried

Terkini Lainnya

Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Minta Bunga KUR Turun Tahun Ini

Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Minta Bunga KUR Turun Tahun Ini

Megapolitan
Kapal Tugboat Tenggelam di Perairan Kepri, 5 ABK Selamat

Kapal Tugboat Tenggelam di Perairan Kepri, 5 ABK Selamat

Regional
Begini Tahapan Tilang ETLE hingga STNK Kendaraan Diblokir

Begini Tahapan Tilang ETLE hingga STNK Kendaraan Diblokir

Megapolitan
Cerita Ayah yang Anaknya Tewas Tersetrum di Kandang Ayam Saat Kejar Layang-layang

Cerita Ayah yang Anaknya Tewas Tersetrum di Kandang Ayam Saat Kejar Layang-layang

Regional
Hujan Diprediksi Guyur Jabodetabek Sepanjang Hari Ini

Hujan Diprediksi Guyur Jabodetabek Sepanjang Hari Ini

Megapolitan
5 Inovasi Pendidikan Tinggi untuk Hasilkan Lulusan di Industri 4.0

5 Inovasi Pendidikan Tinggi untuk Hasilkan Lulusan di Industri 4.0

Edukasi
Menaker Soroti Angka Pengangguran yang Masih Tinggi di Depok

Menaker Soroti Angka Pengangguran yang Masih Tinggi di Depok

Megapolitan
Menteri Jonan: Perpres Mobil Listrik Segera Keluar

Menteri Jonan: Perpres Mobil Listrik Segera Keluar

Regional
Rangkaian Fakta Kematian Sariman yang Tergilas Mesin Giling di Bekasi

Rangkaian Fakta Kematian Sariman yang Tergilas Mesin Giling di Bekasi

Megapolitan
BERITA POPULER JABODETABEK: Bentrokan di Tanah Abang, Surat BTP dari Penjara, hingga 800 STNK Diblokir

BERITA POPULER JABODETABEK: Bentrokan di Tanah Abang, Surat BTP dari Penjara, hingga 800 STNK Diblokir

Megapolitan
Joget Prabowo dan Pijatan Sandi di Forum Debat Dinilai Tak Etis

Joget Prabowo dan Pijatan Sandi di Forum Debat Dinilai Tak Etis

Nasional
Ada Fenomena 'Supermoon', BMKG Peringatkan Pasang Air Laut di Sejumlah Daerah

Ada Fenomena "Supermoon", BMKG Peringatkan Pasang Air Laut di Sejumlah Daerah

Regional
Amnesty: Isu HAM Hanya Jadi Kepentingan Elektoral Kedua Pasangan Capres-Cawapres

Amnesty: Isu HAM Hanya Jadi Kepentingan Elektoral Kedua Pasangan Capres-Cawapres

Nasional
BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang dan Kilat di Jaksel, Jakbar, dan Jaktim

BMKG: Waspadai Hujan Disertai Angin Kencang dan Kilat di Jaksel, Jakbar, dan Jaktim

Megapolitan
Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Tokoh Masyarakat Jabar: Galian C Ilegal Akibat Lemahnya Wibawa Pemerintah

Regional

Close Ads X