DEPOK, KOMPAS.com — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) kembali menggelar aksi demonstrasi menuntut dipercepatnya penyelesaian segala permasalahan yang tengah mengemuka di lingkungan UI.
Ketua BEM UI Maman Abdurrahman mengatakan, dalam aksi yang dipusatkan di kampus UI Salemba ini, BEM UI menuntut tiga hal kepada Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri.
Pertama, BEM UI meminta agar pihak rektorat mengevaluasi sistem tata kelola di UI. Menurut Maman, dalam poin ini ada tiga hal yang menjadi perhatian mahasiswa, yaitu mengenai biaya pembayaran, jalur masuk UI, dan pelayanan kemahasiswaan.
Kedua, BEM UI menuntut agar rektorat segera membentuk tim transisi yang independen, dan tidak mewakili pihak mana pun. Ketiga, BEM UI mengkritisi keseriusan rektor UI dalam mengevaluasi sistem dan menyelesaikan segala permasalahan di UI.
"Jika rektor UI tidak serius untuk mengevaluasi sistem, bukan tidak mungkin kami (BEM UI) akan mengevaluasi figurnya," kata Maman saat dihubungi Kompas.com, Rabu (28/9/2011) siang di UI, Depok, Jawa Barat.
Maman menegaskan, bukan tidak mungkin BEM UI akan mengevaluasi rektor UI jika sang rektor terbukti tidak serius dan menghalang-halangi proses pembentukan tim transisi dan penyelesaian permasalahan di UI.
Ia menjelaskan, beberapa hal yang nantinya memicu adanya evaluasi figur, misalnya, jika Rektor UI tidak menghadiri sidang paripurna pembentukan tim transisi dan jika Rektor UI memberikan jawaban yang kurang relevan.
"Pokoknya kalau ada indikator-indikator seperti itu, bukan tidak mungkin kami akan mengevaluasi figurnya. Toh, sejalan dengan salah satu opsi yang diberikan oleh Menteri Pendidikan Nasional, yaitu percepatan pemilihan rektor," imbuhnya.
Maman berharap segala permasalahan yang tengah mengemuka di internal UI dapat selesai paling lambat sebelum habisnya masa berlaku Majelis Wali Amanat (MWA) UI, yaitu pada akhir tahun ini.
"Seharusnya tim transisi sudah selesai akhir bulan ini, atau paling lambat dua pekan ke depan. Kami menuntut agar semua selesai sebelum habis masa MWA," ujarnya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan