"E-Learning" Lebih Disukai Anak-anak

Kompas.com - 03/10/2011, 20:54 WIB
Penulis Syamsul Hadi
|
EditorAgus Mulyadi

JEMBER, KOMPAS.com - Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardiman Djojonegoro mengatakan, elektronic (e)-learning (pembelajaran elektronik) lebih gampang diterima oleh anak-anak daripada hanya membaca atau mendengar.

E-learning memudahkan anak belajar, dibandingkan belajar dengan cara konvensional. Kesukaan anak belajar dengan cara membaca hanya 10 persen, belajar dengan cara mendengar hanya 20 persen, tetapi jika belajar dengan model animasi justru kesukaannya lebih tinggi, 90 persen.

Ini diungkapkan Wardiman Djojonegoro kepada wartawan, usai seminar tentang Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi Sebagai Tuntutan Global di Aula Dinas Pendidikan Jember, Jawa Timur, Senin (3/10/2011).

"E learning menggampangkan anak belajar tetapi resikonya sekolah harus menyediakan biaya, karena harus jer basuki mowo bea antara lain berupa penyediaan komputer dan internet," kata Wardiman.

Padahal belum semua sekolah sudah terjangkau oleh internet, serta sarana dan prasaran yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan e-learning.  

"Sesungguhnya biaya besar untuk e-learning akan kambali, karena siswa akan mendapat ilmu pengetahuan dan akan mudah mendapatkan pekerjaan karena mutunya tinggi. Saya mendorong agar kepala dinas yang mampu menyediakan anggaran secara bertahap, supaya melaksanakan e-learning," katanya.

Sebuah daerah bisa berkembang dengan penguasaan IT dan CT, sebab sudah tidak lagi ada pembatas transport asi. Sebagai contoh Bangalore di India sekarang hasil ekspornya telah mencapai 15 miliar dollar AS, hanya dalam pengadaan perangkat lunak.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X