Mahasiswa UGM Ciptakan "Abilawa", Es Krim Temulawak

Kompas.com - 21/10/2011, 10:24 WIB
EditorInggried Dwi Wedhaswary

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Inilah salah satu kreasi terbaru mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sejumlah mahasiswa Farmasi UGM berhasil menciptakan kreasi es krim temulawak. Mereka menamainya "Abilawa".

Mengapa Abilawa? Bagi para pecinta wayang, pasti nama Abilawa tidak asing lagi. Ia adalah nama samaran dari salah satu Pandawa yakni Bima/Werkudoro.

"Abilawa" juga kependekan dari label "awal bisnis temulawak". Kreatif ya?

Para mahasiswa Farmasi UGM ini terdorong untuk membuat produk alternatif baru berbahan temulawak yang selama ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional. Mereka adalah Topan Sawitra, Ina Rahmawati, Arum Setianingrum, Widi, dan Khairul Ikhsan yang belum lama ini telah menyelesaikan pendidikan profesi farmasi.

“Pada 14 Juli 2005, Pemerintah RI mencanangkan gerakan nasional minum temulawak (GNMT) yang salah satu tujuannya adalah meningkatkan penggunaan temulawak secara luas oleh masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan. GNMT inilah yang menginspirasi kami untuk menciptakan sebuah produk olahan berbahan dasar temulawak yaitu es krim. Selain itu, kami juga melihat temulawak ini memiliki peluang usaha yang besar untuk dikembangkan dalam dunia industri,” papar Khairul Ikhsan, di sela "Research Week", pekan lalu, di Kampus UGM, Yogyakarta.

Abilawa, kata Khairul, merupakan es krim sarat gizi karena mimiliki kandungan kurkumin yang tinggi. Zat kurkumin diketahui bermanfaat menjaga kesehatan hati (hepatoprotektor), anti oksidan, serta menambah nafsu makan.

Nah, cara pembuatannya sendiri, ternyata terbilang sederhana. Tak jauh berbeda dengan membuat es krim pada umumnya. Bahannya, sebanyak 0,5 kilogram serbuk temulawak diolah dengan mencampurkannya dengan air panas, kemudian disaring. Selanjutnya, air saringan ditambahkan dengan jeruk nipis dan didinginkan. Hasil olahan dari temulawak ini kemudian diolah bersama dengan bahan es krim lain yaitu susu sapi, gula, garam, emulsifier, dan stabilizer.

“Dalam membuat es krim Abilawa ini kami menggunakan bahan eskrim yang sudah jadi yang dijual dipasaran untuk selanjutnya diolah bersama dengan temulawak,” ujar Khairul.

Dalam satu kali produksi, mereka mampu menghasilkan 60 cup es krim ukuran 100 ml. Lima sekawan ini melempar Abilawa ke pasaran dengan harga yang relatif murah, Rp 2.500 per cup-nya. Untuk satu kali pemasaran, mereka mampu menjual hingga 100 cup es krim.

Produk yang sudah dilaunching pada 2009 lalu ini, sementara baru di pasarkan di Pasar Minggu Pagi (Sunmor/Sunday Morning) UGM. Untuk memperluas pemasaran, ke depannya, akan dijajaki kerjasama dengan sejumlah apotek dan herbal corner.

Berkat inovasi produk es krim ini, Khairul Ikhsan dan rekan-rekannya berhasil memeroleh juara III dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia (PIMFI) 2009.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.