Dukung Semur sebagai Warisan Kuliner Dunia!

Kompas.com - 27/10/2011, 15:31 WIB
EditorDini

KOMPAS.com — Setelah rendang diakui sebagai salah satu warisan kuliner dunia, kini Kecap Bango bersama komunitas kuliner di Jakarta berusaha mengangkat semur sebagai salah satu warisan budaya Indonesia dan dunia. Semur tak lain hidangan khas Indonesia yang merupakan perpaduan antara keahlian meramu bumbu khas Indonesia dan teknik memasak bangsa Eropa. Semur sendiri asalnya dari bahasa Belanda, smoor, yang artinya masakan daging yang direbus dengan tomat dan bawang secara perlahan.

"Dalam kuliner, sebenarnya ada identitas bangsa, termasuk dalam semur. Hal inilah yang harus dipelihara dan diakui oleh orang Indonesia sendiri," ungkap sejarawan JJ Rizal, dalam bincang-bincang bertema "Bango Dukung Pengukuhan Semur Sebagai Identitas Bangsa"' di Restoran Bebek Bengil, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2011).

Kuliner memang bagian tak terpisahkan dari budaya dan tradisi suatu bangsa sehingga menjadi jati diri suatu bangsa. "Kekayaan kuliner Nusantara menggambarkan keberagaman identitas lokal yang mewakili lingkungan, kebiasaan, simbol, peraturan, pola konsumsi, dan produksi. Hal ini membuat kuliner menunjukkan keberagaman latar belakang sosial, ekonomi, dan golongan masyarakat," ungkap Dr Phil Lily Tjahjandari, ahli kajian budaya dari Universitas Indonesia.

Nilai historis dan sejarah luhur di balik semur membuat hidangan bercitarasa legit ini dicatat dalam inventarisasi warisan budaya tak benda Indonesia menuju Intangiable Cultural Heritage UNESCO, dan kembali menjadi identitas bangsa Indonesia sendiri. Untuk mendukung upaya ini, Bango telah melakukan riset dari para pakar sejarah dan budaya untuk mengumpulkan data dan informasi, sekaligus melakukan inventarisasi kekayaan semur Nusantara, seperti semur jawa, bali, sumatera, sulawesi, dan semur kalimantan.

"Bango melihat bahwa persebaran dan keanekaragaman semur Nusantara dan kekayaan budaya di dalamnya merupakan bukti nyata dari jati diri bangsa, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Meski ada perbedaan citarasa dan konteks budaya, semur ada di berbagai daerah di Indonesia dan bisa mempersatukan bangsa," tambah Agus Nugraha, Senior Brand Manager Bango.

Untuk dapat mengukuhkan semur sebagai identitas dan warisan Indonesia, dibutuhkan kesepakatan dan keseragaman kata sepakat dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk pemerintah dan komunitas kuliner Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.