Para Elite Pun Masih "Menginggriskan" Bahasa Indonesia

Kompas.com - 30/10/2011, 16:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penggunaan bahasa Indonesia semakin meluntur. Kebanggaan para elite dan pejabat menggunakan bahasa Indonesia pun dinilai semakin meluntur. Kepala Badan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Agus Dharma mengatakan, para elite, baik di level eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, cenderung tak menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

"Dari perkataan-perkataan mereka, ada kecenderungan tidak bangga menggunakan bahasa Indonesia," kata Agus.

Agus menilai, para elite yang seharusnya memberikan contoh penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar saat ini justru lebih banyak menyelipkan bahasa asing, terutama Inggris, dalam kata-kata yang diucapkan. Agus mengatakan, hal ini menunjukkan adanya kemunduran besar dalam penggunaan bahasa Indonesia.

"Perhatikan contoh para elite kita yang berbicara dalam bahasa Indonesia. Sudah diajarkan dengan baik, masih diulangi dengan bahasa Inggris. Malu kita" ujarnya.

Ia menjelaskan, padahal pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2010 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Pidato Resmi Presiden dan/atau Wakil Presiden serta Pejabat Negara Lainnya mengharuskan untuk menggunakan bahasa Indonesia di dalam atau di luar negeri. Nantinya akan keluar Peraturan Pemerintah (PP) turunan dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009. PP itu akan melahirkan perpres, dan kemudian peraturan menteri (permen) tentang pedoman penggunaan bahasa Indonesia.

"Para elite harus menggunakan bahasa Indonesia, kecuali ketika di luar negeri dan tempatnya mewajibkan bahasa lain," kata Agus.


EditorInggried Dwi Wedhaswary

Terkini Lainnya

Mahasiswa Universitas Timor Tewas Ditikam Temannya saat Sedang Berdiskusi

Mahasiswa Universitas Timor Tewas Ditikam Temannya saat Sedang Berdiskusi

Regional
Sisihkan Gajinya Bagi Siswa Miskin, Guru di Kenya Ini Menang Hadiah Rp 14 Miliar

Sisihkan Gajinya Bagi Siswa Miskin, Guru di Kenya Ini Menang Hadiah Rp 14 Miliar

Internasional
Datangi Polda Metro, Joko Driyono Kembali Jalani Pemeriksaan Pagi Ini

Datangi Polda Metro, Joko Driyono Kembali Jalani Pemeriksaan Pagi Ini

Megapolitan
Anies Jajal Halte Transjakarta Bundaran HI yang Terintegrasi dengan Stasiun MRT

Anies Jajal Halte Transjakarta Bundaran HI yang Terintegrasi dengan Stasiun MRT

Megapolitan
Bayi Prabowo Lebih Agresif Saat Menyusui daripada Bayi Sandiaga (2)

Bayi Prabowo Lebih Agresif Saat Menyusui daripada Bayi Sandiaga (2)

Regional
KPU Fasilitasi Kampanye Peserta Pemilu di Media Massa

KPU Fasilitasi Kampanye Peserta Pemilu di Media Massa

Nasional
BPN Prabowo-Sandiaga Luncurkan Aplikasi Kawal Suara Pemilu 2019

BPN Prabowo-Sandiaga Luncurkan Aplikasi Kawal Suara Pemilu 2019

Nasional
Begini Cara TM Ragunan Mengembangbiakkan Harimau Sumatera

Begini Cara TM Ragunan Mengembangbiakkan Harimau Sumatera

Megapolitan
KPK Lakukan Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Maluku

KPK Lakukan Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Maluku

Nasional
Peserta Pemilu Dilarang Beri Uang Transportasi untuk Kampanye Terbuka

Peserta Pemilu Dilarang Beri Uang Transportasi untuk Kampanye Terbuka

Regional
Di Gunung Tidar, Gubernur Ganjar dan Warga Gelar Slametan Puser Bumi

Di Gunung Tidar, Gubernur Ganjar dan Warga Gelar Slametan Puser Bumi

Nasional
Plt Bupati Cianjur Sarankan Kotak Suara Pemilu Dibuat Transparan

Plt Bupati Cianjur Sarankan Kotak Suara Pemilu Dibuat Transparan

Regional
Kisah Pilu Taufik, Malaikat Kecil Penyelamat Turis Malaysia yang Jadi Tulang Punggung Keluarga (1)

Kisah Pilu Taufik, Malaikat Kecil Penyelamat Turis Malaysia yang Jadi Tulang Punggung Keluarga (1)

Regional
[POPULER MEGAPOLITAN] Anies Berterima Kasih ke Sutiyoso hingga Ahok | Cerita Sutiyoso soal Mimpi MRT

[POPULER MEGAPOLITAN] Anies Berterima Kasih ke Sutiyoso hingga Ahok | Cerita Sutiyoso soal Mimpi MRT

Megapolitan
5 Fakta Kampanye Terbuka Prabowo, Sebut Anggaran Negara Bocor Rp 1.000 Triliun hingga Mencari Suara di Tanah Kelahiran Ibu

5 Fakta Kampanye Terbuka Prabowo, Sebut Anggaran Negara Bocor Rp 1.000 Triliun hingga Mencari Suara di Tanah Kelahiran Ibu

Regional


Close Ads X