Indonesia Gelar Outbound Pramuka Berkebutuhan Khusus

Kompas.com - 31/10/2011, 20:38 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

JAKARTA, KOMPAS.com -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka menggelar outbond bagi anak-anak Pramuka berkebutuhan khusus di Kompleks Sari Ater, Subang, Jawa Barat, 8-11 November 2011. Kegiatan ini juga mengundang peserta dari mancanegara, di antaranya dari Australia, Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, India, Selandia Baru, Banglades, Jepang, dan Pakistan.

Peserta dari dalam negeri meliputi siswa tunarungu, tunagrahita, dan tunadaksa yang berasal dari 33 provinsi di Indonesia. Tiap provinsi mengirim lima siswa dan satu pendamping.

Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar Kemdikbud, Mudjito menjelaskan, outbond bagi siswa berkebutuhan khusus ini mengedepankan pendidikan karakter dengan model pembelajaran di luar sekolah yang menyenangkan bagi peserta didik. "Anak-anak berkebutuhan khusus ini pun perlu suasana pendidikan yang menarik, menyenangkan dan menantang, sehingga mereka mampu meningkatkan kepercayaan dan kompetensi diri," kata Mudjito, Senin (31/10/2011).

Kegiatan outbond ini, menurut Mudjito, merupakan salah satu bentuk pembelajaran pendidikan karakter untuk memaksimalkan kemampuan penginderaan anak-anak berkebutuhan khusus. Selain itu, berguna untuk melatih keberanian dan ketahanan mental dan fisik mereka, serta memupuk sikap toleransi dan tanggung jawab terhadap diri sendiri dan masyarakat di lingkungannya.

Desi Apriani dari Kwarnas Gerakan Pramuka mengatakan, kegiatan Pramuka bagi anak-anak berkebutuhan khusus ini untuk memberi pendidikan karakter bangsa melalui metode kepramukaan seperti permainan dan nyanyian yang menyenangkan. "Anak-anak ini belajar bertoleransi dengan perbedaan satu sama lain. Mereka belajar budaya bangsa dari peserta lain melalui permainan-permainan yang menyenangkan, dalam bentuk pentas seni dan karnaval dengan pakaian daerah atau masing-masing negara," tutur Desi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.