Guru Honorer Merasa Masih Diabaikan - Kompas.com

Guru Honorer Merasa Masih Diabaikan

Kompas.com - 21/11/2011, 02:44 WIB

Jakarta, Kompas - Guru-guru honorer di sekolah negeri dan swasta merasa kurang mendapat perhatian pemerintah, baik dalam segi kesejahteraan maupun profesionalisme. Selain gajinya kecil, guru honorer juga tidak punya peluang diikutsertakan dalam sertifikasi guru.

”Jika tidak ikut sertifikasi, berarti tak ada peluang untuk meningkatkan profesionalisme dan tak ada kesempatan mendapatkan tambahan satu kali gaji pokok untuk kesejahteraan guru,” kata Yanyan Herdiyan, Ketua Forum Komunikasi Guru Honorer Kota Bandung, Minggu (20/11).

Yanyan mengatakan, guru-guru honorer di sekolah negeri yang justru sulit mendapat peluang sertifikasi. Sebab, surat pengangkatan guru honorer ditandatangani kepala sekolah.

Padahal, banyak guru honorer di sekolah negeri yang mengabdi belasan hingga puluhan tahun. ”Banyak guru yang sepuh tetap jadi guru honorer karena kalah bersaing dengan guru-guru muda ketika ada pengangkatan,” kata Yanyan.

Yanyan menyebutkan ada sekitar 14.000 guru TK-SMA honorer di Kota Bandung. Dia sendiri menjadi guru honorer di SD negeri di Cijerah sejak 1998.

Iman Supriatna, Ketua Asosiasi Guru Honor Indonesia, mengatakan, para guru honorer yang diangkat kepala sekolah belum mendapat wadah untuk diangkat sebagai guru pegawai negeri sipil. Ini disebabkan pemerintah hanya mengakui guru honor yang gajinya dibayar dari APBN/APBD.

”Guru honorer di sekolah negeri digaji dengan dana bantuan operasional sekolah, mulai dari Rp 50.000-Rp 500.000 per bulan,” kata Iman yang menjadi guru honorer sejak 1985.

Iman mengatakan, meski kesempatan mengikuti sertifikasi belum terbuka buat guru honorer, guru berharap ada kesempatan pengangkatan sebagai guru calon pegawai negeri sipil.

Iwan Hermawan, Sekretaris Jenderal Guru Independen Indonesia, mengatakan, para guru honorer saat ini resah dan tertutup peluang disertifikasi sesuai surat Kementerian Pendidikan Kebudayaan.

”Yang telanjur lolos sertifikasi, tidak bisa dibayarkan tunjangan profesi. Guru honor yang pernah menerima tunjangan sertifikasi harus mengembalikan ke negara,” kata Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Na’I’m dalam suratnya. (ELN)


Editor

Terkini Lainnya

Dishub Tambah Durasi Lampu Hijau demi Urai Kemacetan di Pasar Tasik

Dishub Tambah Durasi Lampu Hijau demi Urai Kemacetan di Pasar Tasik

Megapolitan
Hakim Tunda Vonis 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu

Hakim Tunda Vonis 8 WN Taiwan Penyelundup 1 Ton Sabu-sabu

Megapolitan
Bersama Dua Teman, Pria Ini Bergantian Perkosa Putri Kandungnya

Bersama Dua Teman, Pria Ini Bergantian Perkosa Putri Kandungnya

Internasional
Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode 'E-Learning'

Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode "E-Learning"

Nasional
Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

Megapolitan
Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

Internasional
Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

Nasional
Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

Megapolitan
Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

Nasional
Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

Internasional
Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

Regional
Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

Internasional
Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

Regional
Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

Nasional
Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

Internasional
Close Ads X