Guru Kritik Kebijakan Pendidikan Nasional - Kompas.com

Guru Kritik Kebijakan Pendidikan Nasional

Kompas.com - 24/11/2011, 13:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia Sulistyo mengatakan, berbagai persoalan yang terjadi di Tanah Air memiliki korelasi langsung maupun tidak langsung dengan penyelenggaraan pendidikan nasional. Menurutnya, sistem pendidikan nasional saat ini belum mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi pencerdasan bangsa. Padahal, katanya, hal ini akan membawa implikasi terhadap kemakmuran dan martabat mulia bangsa.

Desain pendidikan nasional, menurut Sulistyo, meneruskan kerangka politik etis pemerintah kolonial Belanda. Hal itu tercermin pada pendidikan yang masih diskriminatif,  menghasilkan tenaga kerja murah, dan menciptakan lulusan yang berorientasi menjadi pegawai negara.

"Kebijakan yang tidak jelas antara pusat dan daerah membuat pendidikan kita juga menjadi tidak jelas, apakah pendidikan nasional, atau pendidikan daerah," kata Sulistyo saat syukuran memperingati Hari Guru Nasional dan hari jadi PGRI ke-66, di gedung PGRI, Jakarta, Kamis (24/11/2011).

Menurutnya, pendidikan nasional belum disusun sebagai sebuah upaya membangun mindset dan mentalitas bangsa merdeka yang bertanggungjawab terhadap diri serta lingkungannya. Ketiadaan visi dan program pendidikan yang tidak diagendakan dalam strategi pembangunan ekonomi dan kebudayaan bangsa, dinilainya sebagai salah satu pemicu utama yang membuat operasi pendidikan nasional berlangsung seperti tanpa arah.

"Itulah mengapa sejak lama kami meneriakkan agar segera dilaksanakan evaluasi terhadap otonomi daerah. Jika tidak, kami khawatir pendidikan menjadi semakin tidak jelas," kata Sulistyo.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorInggried Dwi Wedhaswary

    Terkini Lainnya

    Guru Bahasa Didorong Kuasai Multi Literasi

    Guru Bahasa Didorong Kuasai Multi Literasi

    Edukasi
    Tahun Keempat Jokowi-JK, Angin Segar bagi PNS, TNI, Polri, dan Pensiunan...

    Tahun Keempat Jokowi-JK, Angin Segar bagi PNS, TNI, Polri, dan Pensiunan...

    Nasional
    Rekonstruksi Menguak 5 Fakta Baru dalam Kasus 'Peluru Nyasar' DPR RI

    Rekonstruksi Menguak 5 Fakta Baru dalam Kasus "Peluru Nyasar" DPR RI

    Megapolitan
    Beasiswa Penuh Program S2 Inggris dari Chevening

    Beasiswa Penuh Program S2 Inggris dari Chevening

    Edukasi
    Gubernur NTT: ASN Boleh Kaya, tetapi Harus Kerja seperti Tanam Bawang

    Gubernur NTT: ASN Boleh Kaya, tetapi Harus Kerja seperti Tanam Bawang

    Regional
    Kabar Dunia Sepekan: Raibnya Jurnalis Saudi, hingga Ancaman Putin

    Kabar Dunia Sepekan: Raibnya Jurnalis Saudi, hingga Ancaman Putin

    Internasional
    Ketika 7 Tarian Nusantara Pukau Publik Chile di Peñaflor...

    Ketika 7 Tarian Nusantara Pukau Publik Chile di Peñaflor...

    Internasional
    Di Rusia, Ridwan Kamil Singgung 'One Village One Company' dan 'Happiness Program' untuk Jawa Barat

    Di Rusia, Ridwan Kamil Singgung "One Village One Company" dan "Happiness Program" untuk Jawa Barat

    Regional
    Saudi Akui Jamal Khashoggi Tewas di Gedung Konsulat akibat Bertikai

    Saudi Akui Jamal Khashoggi Tewas di Gedung Konsulat akibat Bertikai

    Internasional
    Kalyana Anjani Jadi Lulusan Termuda ITB pada Usia 18 Tahun, Ini Rahasianya

    Kalyana Anjani Jadi Lulusan Termuda ITB pada Usia 18 Tahun, Ini Rahasianya

    Regional
    'Saya Kaget Pengurusan PTSL Nol Biayanya...'

    "Saya Kaget Pengurusan PTSL Nol Biayanya..."

    Megapolitan
    Longsor di Poncol Magetan Rusak Rumah Warga, Talud Dipasang

    Longsor di Poncol Magetan Rusak Rumah Warga, Talud Dipasang

    Regional
    Komnas HAM: Tak Ada Langkah Konkret Jaksa Agung Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu

    Komnas HAM: Tak Ada Langkah Konkret Jaksa Agung Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu

    Nasional
    Rp 2 Miliar dari Jawa Barat untuk Korban Bencana Sulawesi Tengah

    Rp 2 Miliar dari Jawa Barat untuk Korban Bencana Sulawesi Tengah

    Regional
    5 BERITA POPULER NUSANTARA: Aksi Ngedrift Gagal karena Tabrak Toilet hingga Sandiaga Diminta Keluar Emak-emak

    5 BERITA POPULER NUSANTARA: Aksi Ngedrift Gagal karena Tabrak Toilet hingga Sandiaga Diminta Keluar Emak-emak

    Regional

    Close Ads X