Kompas.com - 06/12/2011, 13:30 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Djoko Santoso mengatakan, tertundanya pengesahan Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (RUU PT) tidak menjadi masalah. Menurutnya, tertundanya pengesahan RUU yang ditargetkan selesai pada tahun 2011 ini tidak akan membawa dampak negatif  pada pelaksanaan pendidikan tinggi.
 
Djoko menjelaskan, ditundanya pengesahan RUU tersebut bukan karena adanya perdebatan dalam pembahasan sejumlah pasal yang dianggap kontroversial. Akan tetapi, jelas Djoko, karena proses pematangan sejumlah ketentuan yang memang memerlukan waktu panjang agar menciptakan UU Pendidikan Tinggi yang solutif.

"Tetapi, jika kemudian menjadi agak alot, itu karena banyak orang yang membahasnya dan tidak mengerti. Ya tak apa, yang penting kita terus mempersiapkannya," kata Djoko, Selasa (6/12/2011), di Hotel Sultan, Jakarta.

Ia menjelaskan, beberapa hal yang masih menjadi kontroversi adalah mengenai internasionalisasi pendidikan. Djoko sendiri berpandangan, pengaturan mengenai hal ini seharusnya tak perlu lagi diperdebatkan.

"Itu kan jelas garisnya. Jika pendidikan luar mau masuk, maka harus bekerjasama dengan kita, termasuk aturan dan syarat kurikulumnya tidak bisa seenaknya sendiri. Lalu kenapa diributkan," paparnya.

Menurut Djoko, yang terpenting saat ini adalah bagaimana proses penyusunan RUU tersebut dapat terus berjalan, termasuk mengenai perubahan esensi pengakuan pada pembelajaran selama ini terjadi, yaitu mengenai pendidikan vokasi.

"Inilah yang akan kita muat dalam perundang-undangan baru itu. Proses tetap berjalan dan tidak ada masalah. Kami dan DPR masih terus menampung semua masukan, maka tidak ada yang perlu diributkan," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.