Anggaran UN Rp 580 Miliar Tidak Realistis

Kompas.com - 06/12/2011, 19:10 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

JAKARTA, KOMPAS.com - Usulan anggaran pemerintah yang diajukan untuk ujian nasional (UN) 2012 sebesar Rp 580 miliar, dinilai amat tidak realistis.

Penilaian itu dilontarkan Anggota Komisi X DPR, Rohmani di Jakarta, Selasa (6/12/2011). "Biaya tersebut terlalu besar, jika hanya untuk menentukan kelulusan siswa. Seharusnya biaya ini bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki kekurangan pendidikan pada aspek lainnya," katanya.

Menurut Rohmani, usulan anggaran UN tahun depan tersebut naik sebesar Rp 17,2 miliar dari anggaran UN tahun 2011. Tahun lalu, anggaran yang disediakan sebesar Rp 562,8 miliar.

"Angka setengah triliun itu, terlalu besar untuk membiayai program yang sebenarnya tidak memiliki andil langsung meningkatkan mutu pendidikan," tambah Rohmani.

Ia mengatakan, pemerintah seharusnya bisa melakukan efisiensi anggaran, mengingat keterbatasan anggaran pendidikan. Apalagi UN bukan aktivitas yang memiliki kontribusi langsung terhadap perbaikan pendidikan nasional.

Ia juga menyayangkan pemerintah belum bisa menentukan skala prioritas kebutuhan rill pendidikan nasional. "Yang ada selama ini baru program yang disusun untuk kepentingan elit birokrat sendiri," ujarnya.

Untuk itu Rohmani berharap, pemerintah perlu melakukan perubahan, terutama mengganti UN sebagai penentu kelulusan menjadi pemetaan mutu pendidikan. Pelaksanaannya pun tidak harus dilakukan setiap tahun.

Ujian kelulusan juga diserahkan kepada pemerintah provinsi bekerja sama dengan kabupaten/kota dan sekolah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.